Tuban Belum Temukan Kasus Influenza A, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

Andreyan (An) • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:04 WIB
Banyak anak mengalami demam dan gangguan pernapasan, tetapi belum berarti terinfeksi Influenza A. (Radar Tuban/AI)
Banyak anak mengalami demam dan gangguan pernapasan, tetapi belum berarti terinfeksi Influenza A. (Radar Tuban/AI)

RADARTUBAN – Kekhawatiran terhadap penyebaran virus Influenza A di Kabupaten Tuban belum dibarengi temuan kasus yang terkonfirmasi.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban menyatakan hingga kini belum ada laporan kasus spesifik Influenza A di wilayah tersebut.

Plt Kepala Dinkes P2KB Tuban Roikan mengatakan, gejala seperti demam, batuk, dan gangguan pernapasan belum cukup untuk memastikan seseorang terinfeksi Influenza A. Diagnosis penyakit tersebut membutuhkan pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga: Kasus ISPA dan Influenza Melonjak di Musim Kemarau, Peneliti BRIN Beberkan Empat Pemicu Utamanya

‘’Sampai dengan saat ini belum ada laporan kasus untuk penyakit spesifik Influenza A,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut Roikan, gejala klinis seperti demam, batuk, dan gangguan pernapasan dapat menjadi dasar kecurigaan atau penetapan sebagai influenza-like illness (ILI).

Namun, diagnosis Influenza A tetap memerlukan pemeriksaan laboratorium, antara lain, menggunakan metode molekuler reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) atau metode diagnostik lain yang tervalidasi.

Dengan demikian, meningkatnya jumlah anak yang mengalami demam atau gangguan pernapasan tidak serta-merta menunjukkan mereka terinfeksi Influenza A.

Kepastian mengenai jenis virus penyebab infeksi harus didasarkan pada hasil pemeriksaan.

Roikan menjelaskan, secara epidemiologis anak memang termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap influenza.

Risiko paling tinggi terdapat pada anak berusia di bawah dua tahun, kemudian kelompok usia di bawah lima tahun.

Kerentanan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain, sistem imun yang masih berkembang, saluran pernapasan yang lebih kecil, tingginya paparan di lingkungan anak, serta belum banyaknya kekebalan terhadap berbagai strain influenza.

’’Bukan berarti virus Influenza A hanya atau secara khusus menyerang anak-anak. Semua kelompok umur dapat terinfeksi. Yang lebih menonjol pada anak adalah risiko tertular dan komplikasi yang lebih berat,’’ tegasnya.

Komplikasi akibat influenza dapat berupa pneumonia, dehidrasi, infeksi telinga, perburukan asma atau penyakit kronis, hingga gangguan otak (ensefalopati). Influenza juga dapat memperburuk penyakit yang telah diderita pasien, seperti asma, penyakit jantung, diabetes, atau penyakit paru kronis.

Baca Juga: Sejarah Virus Influenza menurut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Mantan Dirjen di Kemenkes

Direktur RSUD R. Ali Manshur Jatirogo itu mengatakan, kewaspadaan tetap diperlukan, meski belum ada kasus spesifik Influenza A yang dilaporkan di Tuban. Penularan virus influenza dapat terjadi melalui droplet dan partikel pernapasan ketika penderita batuk, bersin, berbicara, maupun bernapas.

‘’Penyebaran Influenza A dapat diminimalkan melalui vaksinasi, deteksi dan penanganan dini. segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila gejala memburuk atau muncul tanda bahaya seperti sesak napas, demam tinggi berkepanjangan, kejang, atau penurunan kesadaran,’’ tutur dia

Plt Direktur RSUD dr Koesma Tuban Heni Purnomo Wati menyampaikan hal serupa. Menurut dia, dalam dua bulan terakhir pihak rumah sakit belum dapat mengetahui klasifikasi pasien yang terinfeksi Influenza A.

‘’Infeksi virus Influenza A perlu pemeriksaan laboratorium molekul dengan RT-PCR. Sejauh ini belum ada pasien yang mengidap virus tersebut,’’ kata dia.

Heni mengatakan, informasi mengenai banyaknya anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan tidak berarti setiap anak yang mengalami flu terinfeksi Influenza A. Gejala klinis saja tidak cukup untuk memastikan jenis virus penyebab infeksi.

‘’Gejala saja tidak cukup untuk memastikan jenis virus penyebab infeksi. Pemeriksaan dan penilaian dokter dapat diperlukan sesuai kondisi anak,'’ tandasnya. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
diagnostik Tuban influenza dinkes