RADARTUBAN - Kebakaran dapur dan kandang terjadi di Dusun Ngino Krajan, Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Tuban, Rabu (30/9) pagi.
Bara api bekas bediang atau pengasapan sapi diduga menjadi penyebab kebakaran yang menghanguskan dapur dan kandang sapi milik Ladi (65).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Bara pengasapan sapi yang digunakan untuk mengusir nyamuk di sekitar kandang diduga belum sepenuhnya padam hingga menyambar tumpukan jerami kering di dekatnya.
Api kemudian cepat membesar dan merambat ke bangunan dapur serta kandang sapi berukuran sekitar 5 x 8 meter.
Baca Juga: Kasus Kebakaran di Tuban Melonjak Tembus 87 Kejadian, Lima Kecamatan Ini Paling Rawan
Warga yang melihat kobaran api langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Mereka juga segera menghubungi petugas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Tuban Sutaji mengatakan, proses pemadaman melibatkan petugas Damkar bersama personel Yonif TP 932/Sunan Bonang, Babinsa Koramil 0811/03 Semanding, serta warga sekitar.
“Kami berkolaborasi dengan personel batalyon dan tim Damkar tetap mem-backup untuk mempercepat proses pemadaman di lokasi,” ungkapnya.
Dua Unit Damkar Dikerahkan
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi.
Petugas bersama unsur yang terlibat berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Sekitar pukul 10.30 WIB, api berhasil dikendalikan. Setelah itu, petugas melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Namun, kebakaran menyebabkan dapur dan kandang sapi milik korban ludes terbakar.
Satu ekor sapi juga dilaporkan mengalami luka bakar. Selain itu, satu unit sepeda motor mengalami kerusakan akibat terpapar panas dari kobaran api.
“Total kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp 25 juta,” imbuh mantan Camat Bancar ini.
Peternak Diminta Lebih Waspada
Kejadian tersebut menjadi perhatian Damkar Tuban karena penggunaan bediang masih dilakukan sebagian peternak untuk mengusir nyamuk dari sekitar kandang.
“Masyarakat, khususnya peternak, diminta memastikan bara bediang benar-benar padam setelah digunakan. Bara juga sebaiknya ditempatkan jauh dari jerami, rumput kering, kayu, maupun material lain yang mudah terbakar,” imbaunya. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning MentariSumber : Radar Tuban