Tegangan Listrik Turun hingga 120 Volt, Petani Bancar Kesulitan Mengairi Sawah

Andreyan (An) • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 12:33 WIB
Manager PLN UP3 Bojonegoro Danang Setiawan (kiri) saat bertemu awak media, kemarin (30/9). (Radar Tuban)
Manager PLN UP3 Bojonegoro Danang Setiawan (kiri) saat bertemu awak media, kemarin (30/9). (Radar Tuban)

RADARTUBAN - Musim kemarau meningkatkan kebutuhan listrik masyarakat di Kabupaten Tuban.

Kondisi itu berdampak pada kestabilan tegangan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Desa Bancar, Kecamatan Bancar.

Keluhan tersebut langsung direspons PLN. Manager PLN ULP Jatirogo Yuniar Machmud G. mengatakan, pihaknya telah menerima keluhan dari petani Desa Bancar. 

Baca Juga: PLN ULP Tuban dan Radar Tuban Perkuat Sinergi Informasi Layanan Kelistrikan

Menurut dia, institusinya telah mengirimkan petugas untuk mengecek kondisi jaringan listrik di lokasi. ‘’Aduan sudah kami terima, petugas juga telah kami terjunkan ke lokasi untuk mengecek kondisi jaringan,’’ ujar dia.

Menurut Machmud, terdapat beberapa opsi untuk mengatasi persoalan tegangan listrik tersebut.

Di antaranya mengganti kabel dengan penampang yang lebih kuat, menambah daya, atau membangun jaringan baru untuk solusi jangka panjang. 

‘’Untuk saat ini kami akan komunikasikan dengan petani setempat, agar persoalan petani bisa segera tertangani dengan cepat, sehingga tidak berimbas pada aktivitas pertanian,’’ beber dia.

Manager UP3 PLN Bojonegoro Danang Setiawan mengimbau masyarakat Tuban yang mengalami kendala kelistrikan segera melaporkannya kepada petugas PLN atau melalui pusat layanan PLN.

Dengan demikian, proses penanganan dan pemulihan gangguan dapat segera dilakukan. 

‘’Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih selektif menyaring informasi yang beredar, terutama yang mengatasnamakan PLN,’’ tandasnya.

Keluhan turunnya tegangan di wilayah Bancar diperkirakan berlangung sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi itu membuat penggunaan sumur bor untuk mengairi lahan pertanian tidak dapat dilakukan secara optimal.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban, Sabtu (26/9), sejumlah lahan pertanian di Desa Bancar belum mendapatkan pasokan air secara normal.

Petani harus menggunakan sumur bor secara bergantian karena debit air yang keluar dari pompa menjadi kecil ketika tegangan listrik turun.

Baca Juga: Tarif Listrik PLN 1-7 Agustus 2026, Cek Rincian Harga per kWh Semua Golongan

Abdullah Tamam, salah seorang petani Desa Bancar mengatakan, sebelum musim kemarau tegangan listrik di area lahan pertanian biasanya mencapai 220 volt.

Namun, saat kemarau, tegangan turun hingga di bawah 220 volt dan dalam kondisi tertentu mencapai 120 volt per hari.

‘’Airnya mengalir sangat kecil, untuk mengairi lahan bahkan kami harus bergantian. Tentu ini sangat tidak bagus untuk melakukan pengairan untuk petanian,’’ dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut Abdullah, kondisi tersebut berdampak pada tanaman pertanian yang tidak memperoleh pengairan secara optimal.

Akibatnya, hasil panen pada musim kemarau tahun ini tidak maksimal.

‘’Kami berharap segera ada solusi setelah ini, Semoga ada penanganan lebih lanjut dari PLN,’’ kata dia berharap. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban PLN Bancar