RADARTUBAN - Tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan satu anak buah kapal (ABK) MV Khatulistiwa 8 yang hilang setelah kapal tersebut tenggelam di perairan utara Kabupaten Tuban pada Rabu malam (7/10).
Operasi pencarian hari pertama digelar kemarin (8/10). Hingga siang hari, pencarian terhadap satu ABK yang masih hilang belum membuahkan hasil.
MV Khatulistiwa 8 tenggelam setelah mengalami kebocoran akibat menabrak kapal tongkang pada Rabu malam.
Kapal berbendera Indonesia dengan tonase GT 1.245 itu membawa 18 ABK dan bertolak dari dermaga Terminal Khusus (Tersus) PT SIG Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah.
Baca Juga: MV Khatulistiwa 8 Bertabrakan dengan Tongkang di Perairan Tuban, Satu ABK Dikabarkan Hilang
Kapal yang dinakhodai Syamsul Kamal tersebut mengalami kecelakaan saat berada sekitar 9 mil dari dermaga Tersus PT SIG Tuban. Lambung kapal bocor setelah menabrak kapal tongkang hingga akhirnya tenggelam.
Dari 18 ABK, sebanyak 17 orang berhasil diselamatkan dan dievakuasi tim SAR. Sementara satu ABK lainnya, Mayan Petter Saba yang menjabat Mualim I MV Khatulistiwa 8, masih dalam pencarian.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Metropolitan Jaya mengatakan, kapal tenggelam bersama muatan 1.850 ton semen Gresik Pollysling Bags.
"Kapal belum dievakuasi, operasi hari ini (kemarin, Red) fokus pada penyelamatan jiwa, baik ABK yang masih hilang dan penanganan crew yang selamat,’’ ungkap dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut Metro, pencarian dilakukan melalui koordinasi antara pihak syahbandar dan Basarnas. Kapal patroli KNP 485 milik KSOP Kelas III Tanjung Pakis juga dikerahkan untuk menyisir perairan di sekitar lokasi kecelakaan.
Kondisi cuaca saat pencarian dinilai cukup mendukung. Namun, hingga siang hari, tim belum menemukan ABK yang masih hilang.
‘’Kondisi cuaca di perairan sebetulnya cukup mendukung, hanya saja sejak pagi sampai siang ini (kemarin, Red) belum membuahkan hasil, jika masih belum ada perkembangan maka operasi pencarian kita lanjutkan besok (hari ini, Red),’’ ujar dia.
Metro belum bisa memastikan penyebab MV Khatulistiwa 8 menabrak kapal tongkang. KSOP masih membutuhkan keterangan dari para saksi, termasuk awak kapal yang selamat.
"Sementara belum bisa kami simpulkan dikarenakan kita belum mintai keterangan kepada saksi-saksi terkait. Terlebih kondisi psikis-trauma dari para crew kapal sejak semalam belum memungkinkan kita mintai keterangan,’’ beber dia.
Baca Juga: Kontroversi MV Fallen Angel Jennie BLACKPINK, Murni Seni atau Satanisme?
Di tengah operasi pencarian, KSOP Kelas III Tanjung Pakis bersama unsur terkait juga menerbitkan Notice to Mariners atau maklumat pelayaran terkait tenggelamnya MV Khatulistiwa 8.
"Pemberitahuan tersebut agar diketahui kapal-kapal di perairan Lamongan dan Tuban, terutama yang melintasi perairan tersebut,’’ tandasnya. (an/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban