RADARTUBAN – Sebelum Taman Hutan Kota direvitalisasi dan berubah nama menjadi Taman Hutan Kota Abhipraya, serta alun-alun yang bertransformasi menjadi pusat rekreasi tengah kota, Tuban Abirama adalah episentrum keramaian dan tempat kongkow anak muda.
Namun, seiring banyaknya pilihan ruang publik yang representatif, kini daya tarik Tuban Abirama perlahan mulai mengendor. Tidak seramai dulu—sebelum hadirnya ruang-ruang publik baru seperti Taman Hutan Kota Abhipraya dan alun-alun setelah direvitalisasi.
Karena itu, dibutuhkan inovasi untuk mempertahankan eksistensi yang telah ada. Pasalnya, keberadaan ruang-ruang publik di Tuban juga turut menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya retribusi parkir.
Baca Juga: Warga Kerap Keluhkan RTH Jatirogo Mangkrak: Ingin Seperti Abirama
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Koperasi (Diskopumdag) Tuban Gunadi menyadari bahwa dibutuhkan inovasi baru untuk kembali menggairahkan Tuban Abirama sebagai titik rekreasi masyarakat.
Sebagaimana Taman Hutan Kota Abhipraya yang identik dengan ruang rekreasi hutan taman, serta alun-alun sebagai jujukan ruang terbuka yang terintegrasi dengan wisata religi
Makam Sunan Bonang dan Masjid Agung Tuban, lalu GOR Rangga Jaya Anoraga sebagai pusat rekreasi keluarga dan olahraga, maka Tuban Abirama juga harus memiliki identitas dan karakter ruang publik sendiri.
‘’Tentu dengan ciri yang berbeda dari tiga ruang publik di atas (Taman Hutan Kota Abhipraya, alun-alun, dan GOR, red). Misalnya, sebagai pusat kuliner, atau menjadi rest area dengan pusat oleh-oleh khas Tuban sambil menikmati pemandangan pantai,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Untuk itu, lanjut Gunadi, dibutuhkan kajian lebih lanjut untuk melihat dan menggarap setiap potensi yang bisa dikembangkan.
Yang jelas, tegas dia, tujuan utamanya adalah menggairahkan Tuban Abirama sebagai episentrum keramaian yang berkelanjutan.
Dan selain untuk meningkatkan PAD, juga untuk mendorong perekonomian masyarakat, utamanya pelaku UMKM. ‘’Kami juga menerima masukan masyarakat untuk selanjutnya kami rumuskan sebagai sebuah program,’’ ujarnya.
Gunadi menambahkan, meski harus diakui tidak seramai kunjungan di Taman Hutan Kota Abhipraya, namun Tuban Abhirma masih tetap eksis, utamanya pada malam hari.
‘’Kalau malam tetap ramai. Masih banyak yang datang sambil menikmati pemandangan laut (dari lantai dua Abirama),’’ tandasnya, dan akan terus memunculkan inovasi untuk menjadikan Tuban Abirama sebagai salah satu episentrum keramaian di wilayah kota. (tok)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban