Pertama Kali Dalam Sejarah, MTQ Tuban Buka Jalur Mandiri

Ahmad Atho'illah • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:06 WIB
Sekda Tuban sekaligus Ketua LPTQ Kabupaten Tuban Budi Wiyana mengukuhkan dewan hakim dan panitera MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026, Jumat (16/10). (Atho
Sekda Tuban sekaligus Ketua LPTQ Kabupaten Tuban Budi Wiyana mengukuhkan dewan hakim dan panitera MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026, Jumat (16/10). (Diskoimfo SP untuk Radar Tuban)

RADARTUBAN - Sejak Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Tuban digelar, untuk pertama kalinya panitia MTQ ke-32 membuka pendaftaran bagi kafilah mandiri tahun ini.

Jalur mandiri dibuka untuk peserta di luar utusan resmi dari perwakilan masing-masing kecamatan.

Sebagaimana diketahui, jumlah peserta MTQ Kabupaten Tuban pada tahun ini sebanyak 476 kafilah.

Rinciannya, 412 kafilah utusan dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban dan 64 kafilah dari jalur perorangan.

Baca Juga: Rangkaian MTQ XXXII Tuban 2026 Dimulai Hari Ini: Diikuti 412 Kafilah, 8 Cabang, 24 Golongan Lomba

Mereka yang mendaftar secara mandiri adalah peserta yang telah memiliki pengalaman dalam perlombaan MTQ yang dibuktikan dengan piagam juara.

‘’Minimal (pernah juara, red) di level kecamatan,’’ kata Plt. Kabag Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda sekaligus panitia MTQ ke-32 Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika.

MTQ ke-32 Kabupaten Tuban mempertandingan 24 golongan dari 8 cabang lomba yang dipertandingkan, yakni Cabang Syarhil Quran, Fahmil Quran, Tilawah, Qiroat Mujawwadah, Hifdzil Quraan 1-30 Juz, Tafsir, Khath, dan Makalah Ilmiah.

Berlangsung di 11 venue di kompleks Pendapa Kridha Manunggal dan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tuban.

Lebih lanjut, penyelenggaraan MTQ ke-32 ini diharapkan menjadi penggerak tumbuhnya masyarakat yang semakin dekat dengan Alquran.

Serta menjadikan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebelumnya—dalam pengukuhan Dewan Hakim dan Panitera MTQ ke-32 Kabupaten Tuban pada Jumat (16/10) malam, Sekda sekaligus Ketua LPTQ Kabupaten Tuban Budi Wiyana menekankan bahwa integritas dan menjunjung tinggi objektivitas menjadi kunci utama dalam penyelenggaraan MTQ. 

Karena itu, dia meyakinkan dan memastikan bahwa seluruh dewan hakim dan panitera akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi kejujuran, serta memberikan penilaian secara objektif sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan.

"Integritas dewan hakim menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas dan kredibilitas penyelenggaraan MTQ. Karena itu, setiap peserta harus memperoleh kesempatan dan penilaian yang adil berdasarkan kemampuan serta penampilan masing-masing,’’ katanya sekaligus memastikan bahwa penyelenggaraan MTQ ke-32 Tuban dijalankan dengan penuh profesionalitas.

Baca Juga: Indonesia Borong Juara di MTQ Internasional 2025: Bukti Keunggulan Tilawah dan Hafalan Al-Qur’an

Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk menunjukkan kemampuan membaca, menghafal, maupun melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

Lebih dari itu, juga menjadi wahana untuk menumbuhkan dan meningkatkan kecintaan umat terhadap Alquran.

Dan kecintaan terhadap Alquran diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca atau menghafal, tapi juga diwujudkan melalui upaya mendalami makna dan kandungan Alquran, memahami pesan-pesan yang disampaikan, serta menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

‘’Melalui penyelenggaraan MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026, diharapkan lahir generasi Qurani yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang tilawah dan cabang perlombaan lainnya, tapi juga berakhlak mulia serta menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak,’’ tuturnya.

Sekaligus menempatkan MTQ sebagai momentum untuk memperkuat syiar Islam, ukhuwah Islamiyah, serta membangun masyarakat yang religius dan berkarakter. (tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban mtq Musabaqah Tilawatil Quran