Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengenal Apa Itu Artificial Intelligence. Teknologi Baru yang Bakal Menggantikan Manusia?

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 24 Maret 2025 | 18:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARTUBAN – Perkembangan ke­cerdasan buatan (Artificial In­telligence/AI) di Indonesia me­nunjukkan tren yang se­ma­kin pe­sat dalam beberapa tahun ter­akhir. Berbagai sek­tor mulai mengadopsi AI untuk mening­katkan kece­patan, pro­duktivitas, dan inovasi la­yanan. Banyak sektor kini me­manfaatkan AI. Mulai dari pendidikan, kese­hatan, per­tanian, industri kreatif, hingga pemerintahan.

AI menjadi terobosan tek­no­logi yang mampu melaku­kan berbagai macam tugas yang umumnya memerlukan ke­cer­­dasan manu­sia. Kecer­dasan tersebut seperti ke­mampuan menalar, mem­buat keputusan yang tepat, bahkan hingga kemampuan belajar sekalipun.

Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Rhamadhani, dkk (2024) ber­judul Peman­faatan AI (Ar­tificial Intel­li­gence) Da­lam Menunjang penye­lesaian Tugas Per­kuliahan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Di Universitas Negeri Sura­baya menyebut, jika AI mencakup berbagai tek­nologi untuk memung­kinkan komputer belajar dan berpikir seperti halnya manusia.

Masih dalam jurnal yang sama, sistem yang dimiliki oleh AI bahkan bisa me­ng­analisis berbagai data yang besar mendeteksi pola, dan membe­ri­kan re­ko­mendasi yang dipersonalisasi.

Sedangkan dalam jurnal yang ditulis oleh Arly, dkk (2023) berjudul Implemen­tasi Penggu­naan Artifisial Intelligence Dalam Proses Pembelajaran Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Kelas A, teknologi AI tidak dapat menggantikan peran ma­nusia secara penuh. Sebab, AI tidak dapat menggantikan aspek emosional yang di­miliki oleh manusia.

Sehingga, dapat disimpul­kan bahwa AI hanya alat. AI tidak akan bisa mengganti manusia sepenuhnya karena kecerdasan buatan tersebut tetap membu­tuhkan ma­nusia sebagai operator. Se­hingga, akan tiba suatu zaman di mana manusia akan kalah dengan manusia lain yang ahli AI—bukan kalah dengan AI itu sendiri.

Berbagai jenis AI yang sudah lebih populer dika­langan masyarakat, antara lain Chat­GPT, Copilot, Gemini, Virtual Assistant, Adobe Firefly, dan Midjourney. Banyak faktor yang melatarbelakangi peng­gunaan AI di kehidupan se­hari-hari, seperti tuntutat deadline tugas dan pekerjaan, tinjauan referensi, mudah dalam mengakses berbagai informasi, hingga melakukan pencarian berdasarkan be­berapa kata kunci saja.

Meski dapat membantu, AI saat ini tentu masih me­miliki celah dan kekurangan. Seperti keterbatasan kreati­vitas, kurangnya pema­ha­man emosi, bias dan keti­dakakuratan, kurangnya akses ke data yang berkua­litas, dan tak bisa sepe­nuhnya meniru manusia.

Namun demikian, perkem­bangan AI juga menimbul­kan tantangan baru, ter­masuk soal etika, perlin­dungan data pribadi, dan ketimpangan digital. De­ngan potensi besar dan pertumbuhan pesat, AI di­prediksi akan menjadi salah satu pilar utama trans­formasi digital di Indonesia, membawa peluang besar untuk masa depan ekonomi dan pen­di­di­kan yang le­bih maju. (saf/yud)

Editor : Yudha Satria Aditama
#inovasi #AI #kecerdasan buatan #menggantikan #teknologi #tren #Sektor #manusia #pesat