Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kapan Lebaran 2026? Muhammadiyah Tetapkan 20 Maret, NU dan Pemerintah Kemungkinan Tanggal Ini

Yudha Satria Aditama • Senin, 16 Maret 2026 | 13:56 WIB

Tim BHR Tuban melakukan rukyatul hilal di menara rukyatul hilal di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori.
Tim BHR Tuban melakukan rukyatul hilal di menara rukyatul hilal di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori.

RADARTUBAN – Menjelang akhir Ramadan, masyarakat mulai mencari kepastian tentang kapan Hari Raya Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah akan dirayakan.

Tahun ini, Lebaran berpotensi tidak berlangsung bersamaan antara organisasi Islam besar di Indonesia.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan jadwal Idul Fitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, Hari Raya Idul Fitri ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan tersebut menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni perhitungan astronomi yang menentukan awal bulan Hijriah berdasarkan posisi bulan dan matahari.

Dengan metode ini, Muhammadiyah menilai bahwa syarat awal Syawal sudah terpenuhi pada saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026.

Baca Juga: NU dan Muhammadiyah Berpotensi Lebaran Bareng, Begini Penjelasan BHR Kemenag Tuban

Sementara itu, organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah Indonesia belum menetapkan tanggal resmi Lebaran.

Keduanya biasanya menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan pada akhir Ramadan yang kemudian dibahas dalam sidang isbat Kementerian Agama.

Jika merujuk pada kalender Hijriah serta perkiraan astronomi, NU dan pemerintah memprediksi Idul Fitri 1447 H kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Perkiraan ini muncul karena posisi hilal pada 19 Maret 2026 diprediksi belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan oleh MABIMS di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kesimpulan sementara, Lebaran 2026 berpotensi terjadi perbedaan satu hari antara Muhammadiyah dan NU maupun pemerintah.

Meski begitu, keputusan resmi pemerintah mengenai 1 Syawal 1447 Hijriah tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar menjelang akhir Ramadan setelah laporan pengamatan hilal dari berbagai daerah diterima.

Sehingga masih ada potensi Lebaran Hari Raya Idul Fitri antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah akan diselenggarakan bersamaan pada 20 Maret 2026.

Perbedaan penentuan hari raya sendiri bukan hal baru di Indonesia. Hal ini terjadi karena perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah, yakni antara metode hisab dan rukyat yang digunakan oleh masing-masing organisasi keagamaan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #hilal #muhammadiyah #NU