Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tumbuh Selektif dan Prudent, BRI Cetak Laba Rp 29,90 Triliun

Dwi Setiyawan • Jumat, 26 Juli 2024 | 03:36 WIB
Kinerja Positif : Direktur Utama BRI Sunarso pada pemaparan press conference kinerja keuangan di Jakarta kamis kemarin (25/7).
Kinerja Positif : Direktur Utama BRI Sunarso pada pemaparan press conference kinerja keuangan di Jakarta kamis kemarin (25/7).

 

JAKARTA–PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan entitas perusahaan anak atau BRI Group berhasil men­catatkan kinerja positif dan berkelanjutan hingga akhir triwulan II 2024.


Dengan pertumbuhan yang selektif dan prudent, BRI secara konsolidasian berhasil men­cetak laba Rp 29,90 triliun.

Capaian tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso pada pemaparan press confe­rence Kinerja Keua­ngan Triwulan II 2024 di Jakarta, Kamis (25/7).


Sunarso mengungkapkan, kinerja positif BRI Group ter­sebut tak lepas dari pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh dobel digit.


“Hingga akhir triwulan II 2024, penyaluran kredit BRI tercatat Rp 1.336,78 triliun atau tumbuh 11,20 persen year on year (yoy).

Segmen UMKM ma­sih men­do­minasi penya­luran kredit BRI, dengan porsi mencapai 81,96 persen dari total pe­nyaluran kredit BRI atau sekitar Rp1.095,64 triliun,” ungkapnya.


Penyaluran kredit yang tumbuh dobel digit tersebut membuat aset BRI tercatat meningkat.

Hingga akhir Juni 2024 tercatat aset BRI tumbuh 9,54 persen yoy menjadi sebesar Rp 1.977,37 triliun.


Pertumbuhan kredit terse­but diikuti dengan penyaluran kredit yang selektif dan prudent, sehingga perseroan mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan.


“Rasio loan at risk (LAR) tercatat membaik atau turun, dari semula 14,94 persen pada akhir triwulan II 2023 menjadi 12,00 persen pada akhir triwulan II 2024. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di kisaran 3,05 persen dengan rasio NPL coverage berada pada level yang memadai sebesar 211,60 persen,” ujar Sunarso.


Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BRI tercatat tumbuh 11,61 persen yoy menjadi sebesar Rp1.389,66 triliun.

Dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh 7,66 persen yoy menjadi Rp 877,90 triliun.


“Dana murah masih mendo­minasi struktur DPK BRI, di mana porsi CASA mencapai 63,17 persen dari total DPK BRI,” tambah Sunarso.


Komitmen BRI untuk terus melayani seluruh lapisan masyarakat direalisasikan melalui strategi hybrid bank. Salah satunya dengan adanya AgenBRILink.

AgenBRILink terbukti mampu menjawab karakteristik nasabah mikro dan saat ini memiliki peranan yang penting dalam roda pere­konomian serta kehidupan.


Hadirnya AgenBRILink me­mudahkan aktivitas kehi­dupan masyarakat Indonesia melalui fitur-fitur dan layanan yang disediakan, seperti untuk pembayaran tagihan listrik, air, pembelian pulsa, pem­bayaran cicilan, top-up BRIZZI, setoran pinjaman, memberikan layanan referral pembukaan rekening tabu­ngan BSA dan pinjaman, serta transaksi lainnya.


Hingga akhir Juni 2024, BRI telah memiliki 993 ribu AgenBRILink yang tersebar pada lebih dari 61 ribu desa.

Jumlah tersebut tercatat telah meng-cover lebih dari 80 persen dari total desa di Indonesia.


Adapun volume transaksi AgenBRILink selama Januari-Juni 2024 telah mencapai sebesar Rp 767 triliun atau tumbuh 13,6 persen yoy.


Di sisi lain, perseroan juga terus memperkuat ekosistem super apps BRImo sebagai salah satu strategi transformasi digitalnya untuk memberikan berbagai kemudahan ma­syarakat dalam bertransaksi.


Hingga akhir Juni 2024 ter­catat BRImo telah di­gunakan oleh lebih dari 35,2 juta user dan berhasil men­catatkan 2,01 miliar transaksi finansial dengan volume transaksi mencapai Rp 2.574 triliun atau tumbuh 35,81 persen yoy.


Selain pertumbuhan yang berkualitas, perseroan juga terbukti mampu meningkatkan fee based income menjadi se­besar Rp 11,26 triliun atau tumbuh 10,15 persen yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 10,22 triliun.


Sunarso menatap paro kedua tahun 2024 dengan optimisme.

Hal tersebut tak lepas dari kondisi likuiditas dan per­modalan BRI yang memadai, dengan loan to deposit ratio (LDR) bank sebesar 86,59 persen serta capital adequacy ratio (CAR) di level 25,13 per­sen.

Dengan kondisi likuiditas dan permodalan yang mema­dai tersebut, ke depan BRI ma­sih memiliki ruang untuk tumbuh lebih baik.


Kinerja BRI yang sehat dan berkelanjutan tersebut juga mendapatkan pengakuan dari dunia internasional.


Pada pertengahan Juni 2024, BRI dinobatkan Forbes Inter­nasional sebagai perusahaan terbesar (peringkat 1) di Indo­nesia dalam daftar Forbes Global 2000 tahun 2024 dan berada di peringkat 308 di antara 2000 perusahaan publik terbesar di dunia.

Itu mengung­guli perusahaan multinasional lain seperti Starbucks, Renault, hingga Uber dan Nissan Motor.


Tak berselang lama, media ekonomi terkemuka lain, Fortune mengumumkan daftar Fortune Southeast Asia 500 yang menilai 500 peru­sahaan terbesar di Asia Teng­gara berdasarkan reve­nue, profit, dan aset.

Pada daf­tar tersebut, BRI men­duduki pe­ringkat pertama untuk industri perbankan dan keuangan di Indonesia dan berada di urutan keempat untuk kategori finansial di Asia Tenggara.


BRI juga mendapatkan 11 penghargaan pada ajang The Finance Asia Awards and Asia’s Best Companies Poll 2024 yang diselenggarakan di Hong Kong pada 27 Juni 2024.


Beberapa kategori penghar­gaan tersebut di antaranya adalah Best Managed Com­pany, Best Bank For Financial Inclusion, Best Commercial Bank – SME, dan Best CEO untuk Direktur Utama BRI.


Terbaru, media ekonomi dan keuangan London, The Banker, pada 10 Juli 2024 lalu mengu­mumkan daftar Top 1.000 World Banks 2024, pada daftar tersebut BRI menduduki peringkat teratas dari 26 bank di Indonesia yang masuk dalam daftar dan menempati ranking 110 secara global.

Top 1000 World Banks 2024 tersebut berisikan 1.000 bank terbaik di seluruh du­nia yang dinilai ber­dasarkan parameter penilaian Tier 1 Capital, Aset, Profit Pre-Tax, Capital Asset Ratio, Return on Capital, dan Return on Asset.


Atas capaian tersebut, Su­narso mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan bukti bahwa komitmen BRI dalam meng-create economic value serta men-deliver social value secara bersamaan diapresiasi berbagai pihak/lembaga internasional yang independen dan kredibel.


“Pencapaian dan peng­hargaan tersebut kami de­dikasikan kepada seluruh nasabah BRI, utamanya untuk pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung pereko­no­mian Indonesia, serta selu­ruh Insan BRILian (pekerja BRI) yang telah memberikan kontri­busi terbaiknya. Penca­paian tersebut juga memotivasi BRI untuk terus meng-create econo­mic value serta men-deliver social value seluruh stakehol­ders”, pungkas Sunarso. (*)

Editor : Dwi Setiyawan
#laba #BRI #kredit #UMKM #CAR #bbri #dpk #selektif #npl #LAR #prudent #ldr #kinerja keuangan