Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bitcoin Tembus Rp 1,58 Miliar per Koin, Sudah Overbought?

Daffa Maheswara Iswidono • Sabtu, 23 November 2024 | 00:31 WIB

 

Harga bitcoin yang terus meroket.
Harga bitcoin yang terus meroket.

RADARTUBAN – Harga Bitcoin terus mencetak rekor dengan menembus Rp 1,58 miliar per koin, didukung optimisme pasar terhadap masa depan industri kripto di bawah kebijakan Presiden AS terpilih, Donald Trump.

Dalam 24 jam terakhir, nilai Bitcoin melonjak 4,5 persen, mencapai harga tertinggi sepanjang masa (all-time high) di angka US$99.310 atau sekitar Rp1,58 miliar, menurut data dari CoinMarketCap, Jumat (22/11). Total kapitalisasi pasar Bitcoin kini mendekati US$1,95 triliun.

Kenaikan harga ini juga mencatat pertumbuhan mingguan sebesar 12,46 persen. Bitcoin terus menjadi pilihan utama para pelaku pasar yang percaya pada prospek jangka panjang aset digital ini.


Namun, beberapa pihak mengingatkan risiko volatilitas Bitcoin. Themis Themistocleous, Kepala Investasi EMEA di UBS Wealth Management, mengatakan Bitcoin masih memiliki fluktuasi yang signifikan.

“Bitcoin sangat sulit dinilai karena volatilitasnya. Jika mencari lindung nilai yang lebih stabil, emas masih menjadi pilihan yang lebih efektif,” ujarnya, dikutip Jumat.


Optimisme terhadap Bitcoin juga didorong oleh rencana pemerintahan Donald Trump yang pro-kripto. Beberapa kebijakan baru disebut akan mendukung perkembangan aset digital, termasuk kemungkinan pembentukan Bitcoin Strategic Reserve (BSR).

Langkah ini menjadi perubahan besar mengingat sebelumnya Trump dikenal skeptis terhadap kripto. Dukungan politik ini diyakini sebagai respons terhadap besarnya pengaruh perusahaan-perusahaan aset digital yang memberikan sumbangan signifikan selama kampanye pemilu.

Selain itu, rencana mundurnya Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Gary Gensler, pada 20 Januari mendatang, turut meningkatkan optimisme. Masa jabatan Gensler dikenal dengan tindakan keras terhadap industri kripto, sehingga pergantian ini diharapkan membawa regulasi yang lebih ramah.


Caroline Mauron, Co-founder Orbit Markets, menyebut level US$100.000 sebagai batas psikologis yang besar, bagi Bitcoin. Dia menjelaskan bahwa pola taruhan di pasar derivatif Bitcoin menunjukkan peningkatan ekspektasi volatilitas.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah Bitcoin akan mencapai US$ 100 ribu, tetapi kapan,” ungkapnya.

Analis IG Australia Pty, Tony Sycamore, menambahkan bahwa permintaan terhadap Bitcoin tetap tinggi meskipun pasar mendekati level psikologis tersebut.

“Pembeli terus bertahan melawan tekanan penjual. Meskipun mungkin ada hambatan di sekitar US$100.000, permintaan tetap sangat kuat,” ujarnya.


Kenaikan Bitcoin juga didorong oleh arus dana masuk ke produk ETF Spot, yang kini mencatat akumulasi aset hingga US$100 miliar, sebuah angka yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dengan prospek regulasi yang lebih mendukung dan momentum pasar yang kuat, Bitcoin semakin memperkokoh posisinya sebagai aset digital utama, meskipun kontroversi terkait penggunaannya untuk aktivitas ilegal masih menjadi tantangan yang harus diatasi.

Editor : Yudha Satria Aditama
#spot #etf #CoinMarketCap #harga #bitcoin