Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kapitalisasi Pasar Bitcoin Dekati Alphabet, Cetak Rekor Rp 32.436 Triliun

Daffa Maheswara Iswidono • Minggu, 8 Desember 2024 | 20:15 WIB
Kapitalisasi Pasar Bitcoin Dekati Alphabet, Cetak Rekor Rp 32.436 Triliun
Kapitalisasi Pasar Bitcoin Dekati Alphabet, Cetak Rekor Rp 32.436 Triliun

RADARTUBAN- Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai puncak tertinggi, menembus angka US$2,04 triliun atau sekitar Rp 32.436 triliun, hampir menyamai valuasi perusahaan teknologi raksasa Alphabet Inc (induk Google). Namun, lonjakan ini tak bertahan lama setelah harga Bitcoin terkoreksi sekitar 5 persen pada Kamis (5/12).

Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di angka US$1,92 triliun (sekitar Rp 30.528 triliun), meningkat dari posisi November sebesar US$1,76 triliun. Rekor ini dicapai setelah harga Bitcoin menembus US$100.000, tonggak sejarah dalam 15 tahun sejak pertama kali diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto pada 2009.

Pencapaian dan Koreksi Bitcoin

Meskipun mencatat kenaikan lebih dari 120 persen sepanjang tahun 2024, Bitcoin belum mampu melampaui kapitalisasi pasar beberapa aset besar lainnya seperti emas (US$17,83 triliun) atau perusahaan teknologi seperti Apple dan Nvidia. Berikut daftar 10 aset terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar hingga 6 Desember 2024:

Emas: US$17,83 triliun
Apple: US$3,6 triliun
Nvidia: US$3,55 triliun
Microsoft: US$3,2 triliun
Amazon: US$2,31 triliun
Alphabet (Google): US$2,14 triliun
Bitcoin: US$1,92 triliun
Saudi Aramco: US$1,8 triliun
Perak: US$1,78 triliun
Meta Platforms: US$1,54 triliun

Harga Bitcoin kembali terkoreksi 5,45 persen, terlempar dari level US$100.000, dan sempat menyentuh titik terendah mingguan di US$94.035 sebelum rebound ke US$97.704.

Pratik Kala, manajer portofolio di Apollo Crypto, menjelaskan bahwa pasar mengalami overheating setelah Bitcoin menembus level psikologis US$100.000. Banyak investor yang menggunakan leverage kehilangan modal akibat koreksi harga yang tajam.

Optimisme Pasar

Meski mengalami koreksi, pelaku pasar tetap optimis dengan masa depan Bitcoin, terutama setelah kebijakan pro-kripto yang dijanjikan Presiden terpilih AS, Donald Trump. Dukungan terhadap Bitcoin semakin menguat sejak Januari 2024, ketika Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui dana Bitcoin ETF spot.

ETF ini memungkinkan investor institusional masuk ke pasar kripto, mendorong kenaikan nilai Bitcoin lebih jauh. Data CoinGlass menunjukkan bahwa meski terjadi likuidasi besar, 80 persen dari dana likuiditas atau sekitar US$817 juta tetap optimis pada prospek jangka panjang Bitcoin.

Transformasi Bitcoin

Sejak diperkenalkan pada 2009, Bitcoin telah berkembang menjadi aset investasi utama yang diakui secara global. Dalam satu dekade terakhir, nilainya melonjak lebih dari 14.250 persen. Filosofi desentralisasi yang diusungnya membuat Bitcoin semakin dipercaya sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi, melampaui sekadar koleksi digital.

Dengan kehadiran ETF spot dan dukungan regulasi yang lebih ramah, Bitcoin terus membuktikan posisinya sebagai salah satu aset paling dinamis di pasar keuangan global. Bagaimanapun, volatilitas tetap menjadi risiko yang harus diperhatikan oleh para investor. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Alphabet #cetak rekor #bitcoin