RADARTUBAN - Perusahaan teknologi akuakultur, eFishery, melakukan perombakan dalam jajaran kepemimpinan usai dua petinggi mereka terjerat dugaan kasus penyelewengan laporan keuangan.
Adhy Wibisono ditunjuk sebagai CEO sementara menggantikan posisi Gibran Huzaifah, pendiri sekaligus CEO yang telah memimpin eFishery sejak 2013. Selain itu, posisi Chief Financial Officer (CFO) yang sebelumnya dijabat Chrisna Aditya untuk sementara dialihkan ke Albertus Sasmitra.
Keputusan ini diambil setelah laporan dari DealStreetAsia pada Selasa (17/12) menyebutkan bahwa Gibran Huzaifah dan Chrisna Aditya tengah menjalani penyelidikan terkait dugaan manipulasi data kinerja dan pendapatan perusahaan. Untuk menjaga proses penyelidikan tetap objektif, keduanya dibebastugaskan dari jabatan mereka sampai ada hasil resmi.
Gibran, sebagai pendiri eFishery, menyatakan bahwa perusahaan bertekad untuk terus mendukung perkembangan industri akuakultur di Indonesia.
“eFishery hadir untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan mendasar di sektor akuakultur. Kami berupaya menyediakan teknologi terjangkau agar lebih banyak pembudidaya ikan dapat menikmati ekonomi digital yang inklusif,” ujar Gibran.
Berdiri sejak 2013, eFishery berfokus pada pemanfaatan teknologi bagi pembudidaya ikan melalui aplikasinya, eFisheryku. Platform ini mempermudah manajemen pakan dan operasional budidaya ikan.
Hingga saat ini, ekosistem teknologi eFishery telah digunakan lebih dari 70.000 pembudidaya ikan yang tersebar di 280 kota/kabupaten di Indonesia. Perusahaan juga mencatat pencapaian signifikan dengan mendapatkan pendanaan Seri C senilai US$90 juta (sekitar Rp1,3 triliun) pada tahun lalu.
Pendanaan ini dipimpin oleh beberapa investor besar seperti Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India.
Meskipun menghadapi tantangan internal, eFishery tetap berfokus pada visinya untuk memberdayakan pembudidaya ikan melalui teknologi modern.
Dengan kepemimpinan baru, perusahaan diharapkan bisa mempertahankan stabilitas operasional serta mempercepat inovasi di sektor akuakultur.
Perombakan ini menunjukkan langkah tegas perusahaan untuk menjaga transparansi dan kepercayaan dari mitra, investor, dan para pembudidaya ikan yang telah menjadi bagian dari ekosistem eFishery. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama