Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rupiah Anjlok, Dolar Menguat: Pasar Yakin The Fed Pertahankan Suku Bunga Tinggi

Nadia Nafifin • Sabtu, 22 Maret 2025 | 19:35 WIB

 

Rupiah anjlok
Rupiah anjlok

RADARTUBAN - Menurut Ibrahim Assuabi, pengamat mata uang dan Direktur Laba Forexindo Berjangka, melemahnya nilai tukar rupiah dipicu oleh keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi.

Ia menjelaskan bahwa dolar menguat kembali setelah sempat melemah pasca keputusan The Fed.

Hal ini terjadi karena pasar semakin yakin bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama pada tahun ini, meskipun masih memperkirakan adanya pemotongan sebesar 50 basis poin (bps) pada 2025.

"Pasar terlihat memperkirakan lebih sedikit peluang suku bunga turun dalam waktu dekat, terutama karena Fed tidak mengubah suku bunga minggu ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (21/3).

Salah satu faktor yang dipertimbangkan The Fed dalam rencana pemotongan suku bunga adalah data klaim pengangguran di Amerika Serikat (AS), yang menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja. Jumlah klaim tercatat sebanyak 223 ribu, naik sedikit dari sebelumnya 221 ribu.

Sementara itu, sebagian besar investor tampaknya tidak terlalu memperhatikan seruan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali meminta The Fed untuk menurunkan suku bunga.

“Bank sentral tidak mengisyaratkan niat seperti itu selama pertemuannya baru-baru ini, menandai meningkatnya ketidakpastian atas ekonomi, tarif Trump, dan lintasan inflasi. Fed juga menaikkan perkiraan inflasi 2025 dan memangkas prospek pertumbuhannya,” ujar Ibrahim.

Pada akhir perdagangan hari ini di Jakarta, nilai tukar rupiah melemah sebesar 17 poin atau 0,10 persen, menjadi Rp16.502 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.485 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga mengalami pelemahan, turun ke level Rp16.501 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.481 per dolar AS. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#tukar rupiah #ibrahim assuaibi #dolar menguat #suku bunga tinggi #mata uang