RADARTUBAN – Investasi emas kini bukan perkara menyimpan logam mulia di brankas.
Seiring berkembangnya teknologi, masyarakat kini dapat berinvestasi emas dengan melalui ponsel.
Hal ini yang menyebabkan cikal bakal munculnya emas fisik dan emas digital.
Kedua emas ini sama-sama berbasis emas murni. Namun keduanya memiliki karakter yang sangat berbeda.
Emas fisik seperti logam batangan Antam atau UBS, merupakan bentuk investasi konvensional yang sudah dikenal sejak lama.
Para investor membeli emas dalam bentuk nyata, lengkap dengan sertifikat keaslian, lalu menyimpannya sendiri atau di layanan penyimpanan khusus.
Nilai dari emas fisik stabil, dan secara psikologis memberikan rasa kepemilikan yang nyata.
Banyak juga dari para orang tua yang masih menganggap emas fisik sebagai warisan yang bisa diserahkan langsung kepada anak cucu.
Di sisi lain, emas digital menawarkan cara yang lebih praktis. Melalui aplikasi seperti Tokopedia Emas, Pegadaian Digital, Pluang, atau platform bank digital, para investor dapat membeli emas mulai dari 0,01 gram.
Emas ini tetap dijamin oleh lembaga resmi, namun perbedaannya tidak berupa fisik yang dapat digenggam.
Transaksi emas digital dapat dilakukan kapan saja, dan penjualannya sendiri lebih cepat, cukup lewat beberapa klik.
Kemudahan seperti ini cocok untuk generasi muda yang ingin berinvestasi tanpa repot menyimpan.
Namun, masing-masing jenis emas tersebut memiliki tantangan tersendiri. Di satu sisi, emas fisik rentan terhadap risiko kehilangan, pencurian, hingga biaya cetak dan penyimpanan.
Sementara emas digital, meskipun fleksibel, masih membutuhkan kepercayaan terhadap platform dan sistem digital yang menaunginya.
Hal ini yang menyebabkan tidak sedikit masyarakat yang masih ragu karena merasa emas digital tak terlihat dan tak bisa langsung disentuh.
Menurut laman dari JawaPos.com, emas fisik lebih cocok untuk penyimpanan jangka panjang dan proteksi nilai kekayaan.
Sedangkan emas digital sangat ideal untuk pemula dan investor aktif yang ingin fleksibel dan mudah bertransaksi.
Hal yang paling penting adalah dimana para calon investor perlu memahami tujuan mereka.
Jika ingin menyimpan aset untuk masa depan anak, emas fisik bisa jadi pilihan.
Namun jika ingin menabung emas secara berkala dengan modal kecil serta likuiditas tinggi, emas digital dapat menjadi pilihan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni