RADARTUBAN - Bank Indonesia (BI) resmi mengumumkan akan memulai uji coba sistem pembayaran baru bernama Payment ID pada 17 Agustus 2025.
Teknologi ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi hanya dengan satu identitas digital, seperti nomor ponsel atau NIK, yang terhubung langsung ke rekening bank atau dompet digital.
Uji coba ini akan dilakukan di kota-kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar, dengan melibatkan perbankan nasional dan platform e-wallet.
Sistem ini diharapkan mampu menggantikan metode pembayaran konvensional yang masih bergantung pada nomor rekening atau QR code yang berbeda-beda.
Menurut keterangan resmi Bank Indonesia, Payment ID akan terintegrasi dengan sistem BI-FAST dan QRIS.
Serta dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi seperti transfer antar individu, pembayaran merchant, hingga transaksi e-commerce.
Fitur ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan inklusi keuangan nasional.
“Dengan Payment ID, masyarakat hanya perlu mendaftarkan satu ID unik yang bisa dikaitkan dengan lebih dari satu rekening bank atau dompet digital,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Rina Setyowati dalam konferensi pers virtual, Senin (4/8/2025).
Saat ini, uji coba akan dilakukan di beberapa wilayah dengan partisipasi dari sejumlah bank besar dan fintech seperti BCA, BRI, Mandiri, DANA, dan OVO.
Jika berjalan lancar, Payment ID akan diluncurkan secara nasional pada akhir tahun.
Cara Kerja Payment ID:
1. Pengguna mendaftarkan ID unik (misalnya: nama@bank atau nomor HP).
2. ID ini ditautkan ke rekening bank atau e-wallet.
3. Saat melakukan pembayaran, pengguna cukup memasukkan Payment ID penerima.
4. Sistem otomatis mengarahkan transaksi ke rekening yang ditautkan tanpa perlu input nomor rekening.
Kehadiran sistem ini disambut positif oleh pelaku industri keuangan.
Namun, beberapa pakar keamanan siber mengingatkan pentingnya perlindungan data dan keamanan enkripsi dalam pelaksanaan sistem ini.
Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam masa uji coba dan memberikan umpan balik guna menyempurnakan sistem sebelum peluncuran resmi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama