Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Krisis Global di Depan Mata! Investor kawakan Ray Dalio Bandingkan Situasi 2025 dengan 1971. Dolar Bisa Rontok?

Tulus Widodo • Senin, 22 September 2025 | 23:37 WIB
Ray Dalio, Pendiri Bridgewater Associates mengatakan kondisi ekonomi global kini berada di persimpangan berbahaya dan situasinya mirip 1971.
Ray Dalio, Pendiri Bridgewater Associates mengatakan kondisi ekonomi global kini berada di persimpangan berbahaya dan situasinya mirip 1971.

RADARTUBAN – Investor kawakan Ray Dalio kembali bikin dunia finansial terbelalak.

Pendiri Bridgewater Associates itu memperingatkan bahwa ekonomi global kini berada di persimpangan berbahaya — situasi yang dia sebut “mirip 1971”, ketika Amerika Serikat mencabut standar emas dan memulai era cetak uang tanpa batas.

“Utang AS meledak, pemerintah terus belanja besar-besaran, dan ini mengulang pola lama yang berakhir dengan krisis,” tegas Dalio, seperti dikutip dari Warta Ekonomi.

Peringatan Dalio tak main-main. Lonjakan utang Negeri Paman Sam bukan hanya beban domestik, tapi juga bom waktu bagi stabilitas keuangan global.

Konglomerat berusia 76 tahun itu melihat kebijakan fiskal dan moneter yang longgar bisa memicu inflasi tinggi, melemahkan daya beli, bahkan menggerogoti kepercayaan dunia terhadap dolar AS — mata uang cadangan global selama puluhan tahun.

Pria bernama lengkap Raymond Thomas Dalio itu mengingatkan bahwa yang terjadi sekarang sangat mirip dengan periode awal 1970-an.

Saat itu, AS melepaskan standar emas sehingga dolar tak lagi dijamin emas.

Langkah ini membuka pintu bagi pencetakan uang besar-besaran, mendorong inflasi tinggi, dan berujung pada stagflasi di akhir dekade.

Nilai dolar merosot, harga emas melonjak, dan banyak negara ikut terdampak.

Utang AS Menembus USD 37 Triliun

Kini, pola yang sama mulai terlihat. Utang AS sudah menembus USD 37 triliun dengan beban bunga yang kian berat.

Pemerintah terus menggelontorkan stimulus, sementara bank sentral harus menjaga inflasi tetap terkendali tanpa menjerumuskan ekonomi ke resesi.

Jika kepercayaan terhadap dolar melemah, negara-negara bisa mencari alternatif cadangan devisa lain, yang berpotensi mengubah peta kekuatan finansial global.

Efek domino dari gejolak dolar bisa menjalar ke pasar saham, nilai tukar mata uang, hingga harga komoditas strategis seperti emas dan minyak.

Rupiah dan Pasar Keuangan Domestik Bisa Terdampak

Di Indonesia, analis memperingatkan dampaknya bisa terasa pada rupiah dan pasar keuangan domestik.

Jika dolar menguat ekstrem atau pasar global panik, rupiah bisa tertekan dan memaksa Bank Indonesia menahan suku bunga tinggi lebih lama.

“Ini akan menahan laju kredit dan investasi. IHSG juga bisa tertekan, meski sektor komoditas berpotensi diuntungkan jika harga emas, batu bara, dan minyak naik,” jelas seorang ekonom pasar modal.

Mereka menekankan pentingnya pemerintah dan BI menjaga kepercayaan investor melalui kebijakan fiskal yang disiplin dan komunikasi yang transparan.

“Pasar akan menguji komitmen Indonesia. Kalau pemerintah terlihat boros atau defisit melebar, sentimen bisa negatif,” tambahnya.

Dorong Kesadaran Global Cegah Krisis Berulang

Dalio mendorong adanya kesadaran global untuk mencegah krisis berulang.

“Kita butuh kebijakan yang hati-hati, bukan solusi jangka pendek yang justru menambah masalah,” tegasnya.

Peringatan ini menjadi alarm keras bagi pembuat kebijakan, pelaku pasar, dan publik.

Sejarah menunjukkan, ketika kebijakan moneter terlalu longgar, harga yang harus dibayar bisa sangat mahal — dari inflasi yang menggila hingga krisis keuangan yang mengguncang dunia. (*)

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan CSR kepada koperasi tani sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan CSR kepada koperasi tani sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Editor : Amin Fauzie
#rupiah #Nilai dolar #Utang AS #ray dalio #keuangan global