RADARTUBAN – Emas Antam lagi-lagi memecahkan rekor. Senin (29/9) logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ini terbang ke level Rp 2.198.000 per gram, naik Rp 7.000 hanya dalam sehari.
Angka ini jadi all time high (ATH) terbaru, memecahkan rekor Sabtu (27/9) di harga Rp 2.191.000 per gram.
Kenaikan yang nyaris tanpa jeda ini bikin pasar emas “mendidih”.
Kolektor, investor ritel, hingga pedagang emas pun kini mengamati harga bak menunggu detik-detik krusial final sepak bola.
Buyback emas Antam juga ikut melesat Rp 7.000 ke harga Rp 2.045.000 per gram.
Baca Juga: Emas Serentak Naik Lagi, Berikut Daftar Harga emas Antam, Galeri 24 Hingga USB
Primadona di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Tak berhenti di situ, kenaikan juga terjadi di semua pecahan. Mulai 0,5 gram Rp 1.149.000 hingga emas 1 kilogram yang kini dihargai Rp 2,138 miliar per batang—naik Rp 7 juta dalam sehari. (Daftar lengkap ada di bawah).
Regulasi pajak tetap berlaku. Pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP, sesuai PMK No 34/PMK.10/2017.
Sementara penjualan kembali (buyback) emas ke Antam di atas Rp 10 juta dipotong PPh 22 sebesar 1,5 persen (NPWP) atau 3 persen (non-NPWP) langsung dari total nilai transaksi.
Kenaikan beruntun ini memperlihatkan emas Antam kembali jadi primadona lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Investor kini lebih berhati-hati dan cenderung menambah porsi logam mulia di portofolionya.
Harga pecahan emas Antam Senin (29/9):
0,5 gram: Rp 1.149.000 (naik Rp 3.500)
1 gram: Rp 2.198.000 (naik Rp 7.000)
2 gram: Rp 4.336.000 (naik Rp 14.000)
3 gram: Rp 6.479.000 (naik Rp 21.000)
5 gram: Rp 10.765.000 (naik Rp 35.000)
10 gram: Rp 21.475.000 (naik Rp 70.000)
25 gram: Rp 53.562.000 (naik Rp 175.000)
50 gram: Rp 107.045.000 (naik Rp 350.000)
100 gram: Rp 214.012.000 (naik Rp 700.000)
250 gram: Rp 534.765.000 (naik Rp 1.750.000)
500 gram: Rp 1.069.320.000 (naik Rp 3.500.000)
1.000 gram: Rp 2.138.600.000 (naik Rp 7.000.000)
Dengan rekor demi rekor ini, emas Antam bukan lagi sekadar “perhiasan” di kotak penyimpanan, tapi mesin nilai yang memanas.
Pertanyaannya: apakah harga bakal tembus Rp 2,2 juta per gram dalam waktu dekat? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni