Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Perdagangan Akhir September, Asing Kabur Rp 1,25 T! Saham BBCA - BBRI Tumbang, Ini Biang Keroknya

Tulus Widodo • Rabu, 1 Oktober 2025 | 18:14 WIB
Aksi jual asing Rp 1,25 T bikin IHSG turun 0,77% ke 8.061. BBCA, BBRI, BBNI tertekan. Analis sebut momentum investor domestik.
Aksi jual asing Rp 1,25 T bikin IHSG turun 0,77% ke 8.061. BBCA, BBRI, BBNI tertekan. Analis sebut momentum investor domestik.

RADARTUBAN - Aksi jual asing di lantai bursa Selasa (30/9) bikin jantung investor dag-dig-dug. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) amblas 0,77 persen ke 8.061,06 pada perdagangan akhir September itu.

Asing tercatat “angkat kaki” dengan net sell jumbo Rp 1,25 triliun — mayoritas dari saham-saham bank papan atas. 

Yang paling parah terkena imbas: Bank Central Asia (BBCA) yang dibuang asing senilai Rp 382,32 miliar. Harga sahamnya lantas rontok 1,92 persen ke Rp 7.625 per lembar.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tak kalah sial, net sell Rp 233,71 miliar, harga turun 2,01 persen ke Rp 3.900. 

Bank Negara Indonesia (BBNI) ikut kempis 1,68 persen ke Rp 4.100 dengan net sell Rp 47,07 miliar.

Sementara, Bank Mandiri (BMRI) hanya sanggup bertahan di harga Rp 4.400, alias stagnan. 

“Kinerja fundamental big banks cenderung melemah. Investor asing memilih instrumen yang risikonya lebih rendah,” beber CEO Edvisor.id Praska Putrantyo dikutip dari Investor Daily.

Pelemahan IHSG Didorong Ketidakpastian Makroekonomi

Praska menyebut pelemahan IHSG kali ini lebih didorong ketidakpastian makroekonomi.

Meski begitu, ia menilai koreksi ini sifatnya sementara. Level psikologis 8.000 disebutnya sebagai “lantai” IHSG saat ini.

“Selama tidak ada kejadian negatif geopolitik atau ekonomi, peluang indeks kembali positif masih terbuka. Tapi butuh waktu lebih lama untuk balik ke level all time high,” jelasnya. 

Emas Jadi Pelabuhan Baru Asing

Menariknya, kata Praska, uang asing kini lebih suka parkir di emas ketimbang obligasi.

Kepemilikan asing di SBN menyusut sebulan terakhir akibat aksi profit taking setelah yield turun tajam. 

“Investor domestik masih cukup kuat menampung saham-saham undervalued berfundamental baik. Ini jadi bantalan IHSG,” tambahnya.

Baca Juga: IHSG Rontok di Sesi 2! Aksi Jual Massal Bikin Level 8.000 Nyaris Ambruk. Bagaimana Prospek Kedepannya?

Rekomendasi Masih Menggoda

Di tengah gejolak ini, analis tetap optimistis terhadap saham perbankan besar. Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, masih merekomendasikan BBRI dengan target Rp 5.250, BMRI Rp 6.000, dan BBCA Rp 8.625.

Dengan kata lain, meski saham bank jumbo sedang “disetrika” asing, rekomendasi analis belum berubah: justru momentum bagi investor domestik yang berani nyemplung. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bei #aksi jual asing #indeks harga saham gabungan #bbri #BBCA #investor asing #harga saham #BBNI #ihsg #bursa efek indonesia