RADARTUBAN – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menggebrak.
Purbaya terang-terangan mengaku bakal menyisir pos-pos anggaran kementerian/lembaga yang serapannya dianggap malas alias tak optimal.
Dana yang nongkrong di rekening negara itu rencananya akan disedot untuk mendanai paket stimulus baru menjelang akhir tahun, bahkan untuk menyongsong 2026.
Gebrakan ini muncul setelah pemerintah resmi mengumumkan paket stimulus ekonomi tambahan yang diklaim sebagai jurus pamungkas demi mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen di tahun ini.
Paket ini populer disebut paket 8+4+5, dan Menkeu Purbaya menyebutnya bukan anggaran baru, melainkan hasil “pergeseran dana” dari kantong kementerian yang gemuk tapi malas membelanjakan.
“Ada yang minta digeser. Nanti saya sisir dulu, kalau ada tempat belanjanya nggak optimal, saya geser. Sepertinya bisa. Ini bukan anggaran baru,” kata Menkeu Purbaya dikutip Radar Tuban dari Bloomberg Technoz.
Langkah Purbaya ini sontak bikin heboh Senayan. Sebab, strategi bongkar-bongkar anggaran ini dianggap nekat dan berani, mengingat belum pernah Menkeu seblak-blakan soal pos anggaran kementerian yang “nganggur”.
Stimulus Jumbo Nataru: Diskon Tiket Kereta, Kapal, Pesawat
Tak hanya berani geser anggaran, stimulus yang disiapkan juga terbilang masif.
Pemerintah merinci sederet insentif sektor transportasi untuk periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Inilah daftar lengkapnya:
Diskon Kereta Api
Potongan harga 30 persen untuk perjalanan 22 Desember 2025 – 10 Januari 2026.
Targetnya 1,5 juta penumpang kereta api jarak jauh.
Diskon Angkutan Laut PELNI
Diskon tarif dasar 20 persen untuk 405 ribu penumpang dengan periode keberangkatan 17 Desember 2025 – 10 Januari 2026.
Insentif ASDP
Diskon jasa di pelabuhan bagi 227 ribu penumpang dan 491 ribu kendaraan pada 22 Desember 2025 – 10 Januari 2026.
Insentif Pesawat Udara
Diskon tiket pesawat lewat pembebasan PPh dan potongan harga avtur. Pemerintah menargetkan 36 juta penumpang menikmati tarif yang turun 12–14 persen untuk pembelian 22 Oktober 2025 – 10 Januari 2026.
Bukan Cuma Stimulus, Ini Sinyal Tegas Menkeu
Langkah Purbaya ini bukan sekadar menambah stimulus Nataru. Ini sinyal keras: kementerian/lembaga yang serapan anggarannya “ngadat” siap-siap jadi “ATM” untuk pos lain yang lebih strategis.
Di sisi lain, publik menanti apakah jurus “utak-atik anggaran” ini benar-benar akan efektif mendongkrak konsumsi akhir tahun dan memperbaiki daya beli masyarakat di tengah ancaman perlambatan global.
Purbaya sendiri tampak santai menjawab kritik. Menurutnya, justru dengan cara ini pemerintah bisa mengoptimalkan APBN tanpa menambah beban baru. “Saya sisir dulu,” ujarnya berulang.
Jika rencana ini sukses, bukan mustahil Menkeu Purbaya akan dicap sebagai “tukang sulap APBN” pertama yang berani mengungkap secara terang benderang cara pemerintah menyelamatkan target pertumbuhan ekonomi lewat APBN yang gemuk. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni