Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

IHSG Baru Sejam Sudah Ngebut, 6 Saham Mentok ARA – Siapa Berani Kejar?

Tulus Widodo • Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:35 WIB

 

IHSG Melejit 8.112 Sejam Perdagangan, Enam Saham Mentok ARA dari INOV hingga CBRE Bikin Trader Panas Berburu Untung
IHSG Melejit 8.112 Sejam Perdagangan, Enam Saham Mentok ARA dari INOV hingga CBRE Bikin Trader Panas Berburu Untung

RADARTUBAN – Bursa saham tanah air panas sejak pagi! Baru sejam dibuka, enam saham langsung melesat mentok auto rejection atas (ARA) dan bikin investor gigit jari kalau ketinggalan.

Pergerakan agresif ini terjadi di tengah IHSG yang cuma butuh 60 menit untuk tancap gas ke level 8.112,66, naik 41,58 poin atau 0,52 persen pada perdagangan Jumat (3/10).

Volume transaksi juga menggila: 15,28 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp 7,46 triliun hanya dalam sejam.

Frekuensinya? Sampai 875.642 kali transaksi. Bursa hari ini ibarat tol tanpa macet – banyak yang ngebut, tapi ada juga yang tergelincir.

Baca Juga: Asing Kuras Bursa Rp 1,4 T dalam Sehari, 6 Saham Blue Chip Dihajar Habis! Siapa yang Masih Bertahan?

6 Saham Paling Jos: dari INOV sampai CBRE

Data IDX menunjukkan enam saham yang jadi bintang lapangan:

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) meroket 34,04 persen ke Rp 126

PT Arthavest Tbk (ARTA) melesat 24,81 persen ke Rp 3.370

PT Pakuan Tbk (UANG) naik 24,74 persen ke Rp 5.925

PT Pinago Utama Tbk (PNGO) menguat 24,69 persen ke Rp 3.030

PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) terbang 24,38 persen ke Rp 500

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melesat 24,22 persen ke Rp 1.000

Keenamnya bukan cuma memimpin top gainers, tapi juga jadi “saham incaran” trader jangka pendek karena mentok ARA – kondisi di mana harga tidak bisa naik lebih tinggi lagi sesuai batas yang ditentukan BEI.

Bursa Asia Campur Aduk

Saat IHSG tancap gas, indeks Asia bergerak variatif. Nikkei Jepang melonjak 1,44 persen, Straits Times Singapura stabil, Hang Seng Hong Kong malah jatuh 0,79 persen. Sementara bursa Shanghai China libur karena perayaan Hari Raya Nasional.

Baca Juga: Beda Nasib Saham Grup Merdeka: MDKA Ambyar, MBMA Menggeliat, EMAS Melejit – Mana yang Layak Diborong?

Yang Boncos Juga Ada

Tidak semua saham bernasib sama. Ada lima saham yang jadi “top losers” dan bikin investor keringat dingin:

PT Lion Metal Works Tbk (LION) ambruk 15 persen ke Rp 680

PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) turun 13,19 persen ke Rp 625

PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) jatuh 12,5 persen ke Rp 252

PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) terkoreksi 11,48 persen ke Rp 540

PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) longsor 10,59 persen ke Rp 76

Trader Ritel Agresif Berburu Cuan Kilat

Lonjakan enam saham ARA di awal sesi ini menunjukkan trader ritel makin agresif berburu cuan kilat.

Pola seperti ini sering jadi pemicu euforia pasar yang berisiko bagi investor yang telat masuk.

Sementara IHSG memang “menghijau”, tidak semua saham ikut pesta. “Boncos” masih mengintai di balik euforia.

Para analis menilai, investor perlu hati-hati karena saham ARA sering kali hanya “naik kencang di awal, turun cepat di akhir.”

Momentum ini tepat untuk trader berpengalaman, tapi kurang bersahabat bagi investor yang cuma ikut arus.

Kesimpulan: IHSG baru sejam saja sudah panas, enam saham melesat mentok ARA, tapi lima saham juga tersungkur. Bursa masih jadi arena adu cepat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bursa saham #investor #bei #harga saham #INOV #ihsg #CBRE #ara