Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

RAJA–RATU Meroket! Saham Keluarga Hapsoro, Suami Puan Maharani Jadi Primadona Bursa - Target Baru Analis Bikin Heboh

Tulus Widodo • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 02:46 WIB
Ilustrasi gedung Bursa Efek Indonesia. Dalam perdagangan Jumat (3/10), saham emiten milik pengusaha Happy Hapsoro, suami Ketua DPR RI Puan Maharani tercatat membumbung.
Ilustrasi gedung Bursa Efek Indonesia. Dalam perdagangan Jumat (3/10), saham emiten milik pengusaha Happy Hapsoro, suami Ketua DPR RI Puan Maharani tercatat membumbung.

RADARTUBAN – Pasar modal Tanah Air kembali diguncang aksi saham emiten milik pengusaha Happy Hapsoro, suami Ketua DPR RI Puan Maharani.

Dalam perdagangan Jumat (3/10), sederet sahamnya mencetak reli spektakuler dan langsung jadi buah bibir di lantai bursa.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip dari IDX Channel mencatat, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melejit 24,8 persen ke level Rp 4.070 per saham.

Anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), juga ikut terkerek 13,2 persen ke harga Rp 6.850.

Tidak berhenti di situ, saham-saham grup Hapsoro lainnya juga membumbung: BUVA naik 25 persen ke harga Rp 750, MINA melesat 23,7 persen ke level Rp 214, PSKT 10 persen ke level Rp 132, dan UANG melejit 24,74 persen ke level harga Rp 5.925 per saham.

“Pergerakan RAJA saat ini menunjukkan sinyal teknikal menarik. Saham ini sudah melewati area reversal dengan pola cup and handle, neckline di 3.200 dan resistance di 4.000,” ujar pengamat pasar modal Michael Yeoh.

Ia menilai, pola tersebut membuka ruang kenaikan lebih lanjut hingga Rp 4.400 per saham—level tertinggi awal tahun ini.

Michael juga menyoroti prospek bisnis RAJA. Menurutnya, Rukun Raharja masih punya banyak ruang tumbuh, mulai dari kolaborasi dengan konglomerasi energi seperti Petrosea (PTRO) hingga peluang sumber minyak baru yang belum tergarap.

Tegaskan Tak Ada Kaitan dengan CBRE

Namun, di tengah euforia kenaikan harga saham, manajemen RAJA tetap melakukan klarifikasi.

Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam rencana akuisisi kapal oleh PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melalui anak usaha Hafar Group.

“RAJA tidak memiliki rencana maupun pembahasan terkait peluang kolaborasi proyek migas atau energi nasional dengan CBRE,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (4/9).

Djauhar menekankan CBRE bukan afiliasi RAJA dan tidak ada kepemilikan langsung atau tidak langsung atas saham CBRE oleh pemegang saham RAJA.

“Klarifikasi ini untuk memberi pemahaman yang tepat bagi para pemangku kepentingan dan mendukung tata kelola perusahaan yang baik,” lanjutnya.

Akuisisi Seluruh Kepemilikan Saham Grup Hafar

Sebagai catatan, pada 15 Agustus 2025 RAJA bersama PT Petrosea Tbk resmi menyelesaikan akuisisi seluruh kepemilikan saham Grup Hafar.

Dalam transaksi itu, Petrosea melalui PT Petrosea Engineering Procurement Construction menguasai 51 persen saham, sementara RAJA menggenggam 49 persen.

Grup Hafar bergerak di bidang Engineering, Procurement & Construction (EPC) dan layanan pelayaran penunjang industri minyak dan gas lepas pantai.

Jasa yang ditawarkan mencakup offshore pipelaying, subsea segment pipe replacement, shore-pull, PLEM installation, calm buoy (SPM) installation, platform riser-repair/replacement hingga pre-trenching & post-trenching melalui PT Hafar Daya Konstruksi (HDK).

Selain itu, Hafar juga mengoperasikan layanan pelayaran berlisensi melalui PT Hafar Daya Samudera (HDS) dan layanan pipe laying barge, anchor handling tugs serta pontoon barge melalui PT Hafar Capitol Nusantara (HCN).

Investor Berebut Posisi di Sektor Energi

Ledakan harga saham RAJA, RATU dan emiten “keluarga Hapsoro” lainnya di bursa pekan ini menjadi sinyal bahwa investor tengah berebut posisi di sektor energi.

Pertanyaannya, apakah reli tajam ini akan berlanjut atau hanya euforia jangka pendek?

Para analis sepakat, arah selanjutnya sangat ditentukan oleh realisasi proyek-proyek migas RAJA dan kemampuan manajemen menjaga tata kelola agar tetap kredibel di mata pasar. (*)

Editor : Amin Fauzie
#ratu #saham #happy hapsoro #raja #CBRE #bursa efek indonesia