Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

IHSG Nyaris Mandek di 8.257: Investor Wait and See Jelang Rilis Data Ekonomi Besar

Tulus Widodo • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 01:30 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (10/10) ditutup menguat tipis.
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (10/10) ditutup menguat tipis.

RADARTUBAN - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (10/10) ditutup menguat tipis, mencerminkan sikap pasar yang masih cenderung berhati-hati.

IHSG naik 6,921 poin atau 0,08 persen ke level 8.257,859. Meski angka ini menunjukkan zona hijau, volatilitas intraday mencerminkan pasar yang belum sepenuhnya yakin untuk bergerak agresif.

Data perdagangan dari RTI Business mencatat IHSG sempat dibuka di level 8.259,075 dan menyentuh titik tertinggi harian di 8.270,332.

Namun indeks juga sempat tergelincir ke posisi terendah 8.194,047 sebelum akhirnya kembali stabil di atas level pembukaan.

Volume transaksi cukup tebal, mencapai 48,157 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 24,148 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 2.456.126 kali.

Pelaku Pasar Wait and See

Keseimbangan tekanan beli dan jual juga tergambar jelas: 338 saham naik, 331 turun, dan 133 stagnan.

Kondisi ini menegaskan bahwa pelaku pasar saat ini lebih memilih strategi wait and see sambil menanti rilis data ekonomi penting dalam negeri dan global.

“Penguatan hari ini sangat terbatas karena investor masih berhati-hati terhadap sinyal kebijakan moneter global dan arah ekonomi domestik kuartal IV,” ujar seorang analis pasar modal.

Kapitalisasi pasar pun masih kokoh di level Rp 15.588 triliun. Meski tidak ada lonjakan signifikan, penguatan tipis ini memberi sinyal pasar belum kehilangan daya tahan meski tekanan eksternal cukup besar.

Tekanan Jual Masih Terlihat

Sektor-sektor defensif dan saham berkapitalisasi besar (blue chip) menjadi tumpuan pergerakan indeks hari ini, terutama emiten sektor perbankan, komoditas, dan konsumer.

Namun, tekanan jual masih terlihat di sejumlah sektor siklikal, terutama properti dan transportasi.

Bursa diperkirakan masih akan bergerak sideways dalam jangka pendek dengan kecenderungan penguatan terbatas.

Para pelaku pasar cenderung menahan posisi hingga ada kejelasan arah kebijakan The Fed dan rilis data inflasi domestik.

Fakta Perdagangan Utama

Editor : Amin Fauzie
#perdagangan Kamis #indeks harga saham #bursa #ihsg