Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

IHSG Meledak ke 8.230! Bursa Lokal Bangkit Setelah Tekanan Global Mereda

Tulus Widodo • Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:01 WIB
Setelah dua pekan merah, IHSG akhirnya menembus 8.230 berkat arus modal asing yang kembali deras
Setelah dua pekan merah, IHSG akhirnya menembus 8.230 berkat arus modal asing yang kembali deras

RADARTUBAN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taringnya.

Di awal sesi perdagangan Kamis (24/10) hingga pukul 10.00 data RTI Business mencatat, indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat 78 poin atau 0,96 persen ke level 8.230,555.

Ini menjadi penguatan tertinggi dalam dua pekan terakhir, menandai momentum kebangkitan pasar setelah sempat tertekan akibat volatilitas global.

IHSG dibuka di level 8.179,884 dan langsung menanjak stabil hingga mencapai puncak harian di 8.238,236.

Volume perdagangan mencapai 9,34 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,58 triliun.

Frekuensi transaksi tercatat 846.115 kali, menandakan likuiditas pasar kembali mengalir deras.

Sebanyak 375 saham berhasil menguat, mengalahkan 248 saham yang melemah, sementara 178 saham stagnan.

Kenaikan ini turut mendorong kapitalisasi pasar BEI mendekati Rp 15.187 triliun, atau naik signifikan dibanding awal pekan.

Pasar Menggeliat Setelah “Minggu Merah”

Setelah dua pekan dibayangi tekanan, investor tampaknya mulai optimistis kembali.

Data RTI Business menunjukkan, dalam 30 hari terakhir IHSG menguat 2,5 persen secara kumulatif, dengan 14 hari perdagangan ditutup hijau melawan 9 hari merah.

Sektor-sektor berbasis komoditas, perbankan, dan teknologi menjadi motor penggerak utama rebound hari ini.

Investor asing juga mulai masuk kembali ke saham-saham unggulan setelah data ekonomi global menunjukkan sinyal moderasi inflasi dan potensi penurunan suku bunga di beberapa negara.

“Pasar mulai pulih dari kepanikan jangka pendek. Likuiditas domestik cukup kuat menopang rebound,” ujar seorang analis pasar modal.

Momentum Teknis Masih Positif

Secara teknikal, level 8.200 menjadi support psikologis baru setelah IHSG mampu menembusnya dengan volume besar.

Kenaikan hampir 38 persen dalam enam bulan terakhir menunjukkan tren jangka menengah masih positif.

Kinerja tahunan (YTD) pun masih solid dengan kenaikan 16,27 persen, mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.

Bursa RI di Jalur Penguatan

Dalam catatan RTI Business, performa IHSG sepanjang tahun ini cukup gemilang:

1 hari terakhir: +0,97 persen

1 minggu: +1,31 persen

1 bulan: +2,37 persen

3 bulan: +12,07 persen

6 bulan: +37,93 persen

Sejak awal tahun (YTD): +16,27 persen

Kinerja ini menjadikan IHSG salah satu indeks dengan performa paling tangguh di kawasan Asia Tenggara.

Prospek: Hati-hati tapi Optimistis

Meski tren positif mulai muncul, analis mengingatkan investor agar tetap waspada terhadap volatilitas eksternal, terutama jelang rilis data ekonomi AS dan arah kebijakan The Fed.

Namun, stabilitas politik domestik dan fundamental ekonomi yang kuat masih menjadi penopang utama bagi bursa Indonesia.

“Jika aliran dana asing terus masuk dan indeks mampu bertahan di atas 8.200, peluang menuju level 8.300–8.400 terbuka lebar,” kata analis tersebut.

Bursa Indonesia menandai kebangkitan signifikan hari ini. IHSG bukan hanya menembus 8.230, tapi juga memperlihatkan keyakinan baru dari investor bahwa pasar domestik masih kokoh di tengah turbulensi global.

Sinyal kuat bahwa kapital kembali memilih Indonesia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#investor #bei #rtik #indeks harga saham gabungan #ihsg #bursa efek indonesia