Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

IHSG Tembus 8.245, Investor Balik Arah: Big Cap Bangkit, Bursa Menggeliat Lagi!

Tulus Widodo • Senin, 3 November 2025 | 17:04 WIB
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta

RADARTUBAN – Setelah sempat terseok di akhir Oktober, Bursa Efek Indonesia kembali menyalakan mesin optimisme.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini hingga pukul 09.30 berada di level 8.245,804, melonjak 81,929 poin atau 1,00 persen.

Kenaikan ini menjadi sinyal kuat kembalinya minat beli investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) yang sebelumnya tertahan aksi ambil untung.

Sejak pembukaan di 8.208, IHSG bergerak stabil dan sempat menyentuh level tertinggi 8.256,486.

Aktivitas perdagangan terpantau padat: 4,71 miliar saham berpindah tangan senilai Rp 3,43 triliun dalam hampir 448 ribu transaksi.

Dari 696 saham yang ditransaksikan, 306 saham naik, 247 turun, dan 143 stagnan — menandakan pasar kembali berpihak pada penguatan.

Baca Juga: Dua Saham Haji Isam Ngamuk! JARR dan PGUN Melonjak Liar Saat IHSG Rebound

Sejumlah Emiten Big Cap Menghijau

Katalis utama kenaikan datang dari emiten big cap. Unilever Indonesia (UNVR) memimpin reli dengan lonjakan 3,10 persen ke level Rp 2.660 di tengah sentimen positif sektor konsumsi menjelang akhir tahun.

Astra International (ASII) ikut mendongkrak indeks lewat kenaikan 2,44 persen ke Rp 6.300, disusul Barito Pacific (BRPT) yang menguat 2,32 persen.

Raksasa alat berat United Tractors (UNTR) dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) juga ikut menghijau, masing-masing naik 1,95 persen dan 1,68 persen.

Secara teknikal, indeks mencatat rekor 11 hari penguatan dalam 30 hari terakhir, dengan akumulasi kenaikan 1,74 persen.

Dalam jangka menengah, performa IHSG juga masih cemerlang: naik 10,17 persen dalam 3 bulan terakhir dan 27,91 persen dalam 6 bulan.

Kapitalisasi pasar kini menembus Rp 15.062 triliun, menegaskan soliditas pasar domestik di tengah fluktuasi global.

Penguatan Bukan Sekadar Euforia Teknikal

Analis menilai, penguatan kali ini bukan sekadar euforia teknikal. Sentimen makro yang lebih stabil — termasuk ekspektasi penurunan suku bunga global dan kuatnya kinerja emiten kuartal III — membuat investor asing mulai kembali melakukan akumulasi.

“Pasar sudah mulai rasional. Rotasi sektor berjalan sehat, dan saham-saham defensif kembali jadi primadona,” ujar seorang analis pasar modal di Jakarta.

Jika tren ini berlanjut, November berpotensi menjadi bulan pemulihan penuh bagi IHSG setelah tekanan eksternal yang mewarnai Oktober.

Seperti kata pepatah lama di lantai bursa: “Setiap koreksi yang sehat, selalu diakhiri dengan reli yang kuat.” (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#investor #bei #indeks harga saham #harga saham #ihsg #saham naik #Big Cap #bursa efek indonesia