RADARTUBAN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada akhir pekan ini. Jumat (7/11), indeks parkir di level 8.394,590, naik 57,531 poin atau 0,69 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya.
Arah pasar tampak stabil menuju zona hijau sejak awal sesi, menandai kembalinya optimisme pelaku pasar setelah dua pekan penuh fluktuasi.
IHSG dibuka di level 8.346,575 dan sempat menyentuh titik tertinggi 8.398,765. Sementara posisi terendah berada di 8.332,601.
Aktivitas perdagangan terbilang ramai, dengan 26,36 miliar saham berpindah tangan senilai Rp 15,67 triliun, tersebar dalam lebih dari 2 juta transaksi.
Baca Juga: IHSG Tembus 8.245, Investor Balik Arah: Big Cap Bangkit, Bursa Menggeliat Lagi!
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 15.346,9 Triliun
Meski jumlah saham yang melemah (319 emiten) masih sedikit lebih banyak dibanding yang menguat (288 emiten), pergerakan indeks tetap solid di jalur positif.
Kapitalisasi pasar pun ikut terkerek hingga Rp 15.346,9 triliun, mencerminkan arus modal yang mulai mengalir kembali ke bursa domestik.
Jika melihat tren sebulan terakhir, IHSG mencatat 12 hari perdagangan di zona hijau dan 11 hari di zona merah, dengan kinerja kumulatif naik 2,87 persen dalam 30 hari terakhir.
Secara teknikal, ini menunjukkan konsolidasi sehat di tengah tekanan global—dengan investor ritel tampak lebih berani masuk pada level koreksi.
Secara lebih luas, performa pasar juga menunjukkan konsistensi. Dalam horizon 3 bulan terakhir, IHSG melonjak 11,87 persen, sedangkan dalam 6 bulan terakhir bahkan mencatat kenaikan 25,69 persen.
Secara year-to-date (YTD), indeks telah tumbuh 18,57 persen, sementara dalam rentang 5 tahun terakhir kenaikannya mencapai 68,30 persen.
Pasar Mencari Keseimbangan Baru
Analis pasar menilai, tren positif ini didorong kombinasi faktor: stabilitas politik, proyeksi pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, dan aliran dana asing yang mulai kembali setelah tekanan suku bunga global mulai mereda.
Meski demikian, mereka mengingatkan volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi menjelang rilis data inflasi dan laporan keuangan emiten kuartal IV.
“Pasar sedang mencari keseimbangan baru. Jika sentimen eksternal tetap tenang dan rupiah stabil, peluang IHSG menembus level psikologis 8.400 sangat terbuka,” ujar seorang analis senior pasar modal di Jakarta.
Momentum Pembentukan Arah Baru Menuju Akhir Tahun
Dengan kinerja seminggu terakhir yang naik 2,83 persen, pekan pertama November bisa menjadi momentum pembentukan arah baru bursa menuju akhir tahun.
Bagi investor jangka menengah, tren ini dianggap sinyal awal rotasi sektor, terutama ke saham-saham komoditas, perbankan, dan infrastruktur yang masih undervalued. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni