Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BNI Bawa UMKM Agribisnis Go Global, Pembiayaan Sektor Pertanian Tembus Rp 43 Triliun

Ardian Ananto • Minggu, 9 November 2025 | 23:49 WIB

Melalui Agrinex 2025, BNI memperkuat komitmen mendorong ekonomi hijau dan memajukan UMKM agribisnis hingga tembus pasar global.
Melalui Agrinex 2025, BNI memperkuat komitmen mendorong ekonomi hijau dan memajukan UMKM agribisnis hingga tembus pasar global.

RADARTUBAN – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan sektor agro nasional lewat partisipasi pada gelaran Agrinex Expo 2025 .

Diselenggarakan oleh Agrinex Indonesia bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Hall D Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Dalam acara yang berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu, 6–8 November 2025, BNI memboyong empat UMKM binaan unggulan di sektor agribisnis, yaitu KSIP Agro, Pelita Desa, Agrotama, dan Sayur Kendal.

Direktur Commercial Banking BNI, Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa keikutsertaan BNI dalam Agrinex Expo 2025 merupakan wujud nyata komitmen perusahaan.

Salah satunya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau serta mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: BNI Bangga Dampingi Putri Kusuma Wardani Ukir Prestasi di Hylo Open 2025

“BNI senantiasa mendukung pengembangan sektor pertanian dan agribisnis Indonesia melalui pembiayaan, pendampingan, serta fasilitasi promosi bagi pelaku UMKM agar dapat naik kelas dan go global,” kata Iqbal dalam keterangan tertulis.

Iqbal melanjutkan bahwa UMKM yang diboyong BNI merupakan contoh nyata pelaku agribisnis lokal yang telah mampu menembus pasar internasional.

Salah satunya adalah KSIP Agro, perusahaan agribisnis di bawah PT KSIP Solusi Mandiri yang bergerak di bidang ekspor buah serta sayuran segar asal Indonesia dan telah menembus pasar Singapura, Thailand, Malaysia, Hong Kong, Eropa, dan Timur Tengah, serta memiliki sertifikat ISO 22000 dan Global GAP sebagai jaminan mutu dan keamanan pangan.

Pelita Desa juga menjadi salah satu UMKM unggulan yang memproduksi serta mengekspor berbagai komoditas natural resources seperti cocopeat, briket, wood pellet, rempah-rempah, dan produk kelapa.

Produk tersebut telah berhasil memasuki pasar Amerika Serikat, Kuwait, Turki, Oman, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Mayotte.

Sementara itu, Agrotama dan Sayur Kendal merupakan UMKM binaan BNI yang berfokus pada pengembangan produk hortikultura dan sayur-mayur segar dari petani lokal.

Keduanya aktif melakukan inovasi dan ekspansi pasar guna memperkuat rantai pasok produk agribisnis dalam negeri.

BNI melihat potensi pertumbuhan sektor ini masih sangat besar.

Hingga September 2025, total pembiayaan sektor pertanian dan kehutanan BNI mencapai Rp 43,21 triliun dengan 35.352 debitur.

Rinciannya meliputi sektor usaha kecil sebesar Rp 6,74 triliun dengan 34.896 debitur, sektor usaha menengah Rp 9,68 triliun dengan 198 debitur, dan sektor korporasi Rp 26,79 triliun dengan 258 debitur.

Ke depan, BNI akan terus memperluas dukungan terhadap pelaku agribisnis nasional melalui berbagai inisiatif strategis.

Baca Juga: BNI Dukung Industri Film Nasional Lewat Kolaborasi dengan Iko Uwais di Film Aksi Terbaru TIMUR

Seperti program BNI Xpora yang berfokus pada pengembangan kapasitas ekspor, digitalisasi bisnis, dan akses pembiayaan bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar global.

“Kami optimistis sektor agribisnis akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional, dan BNI berkomitmen menjadi bank yang selalu hadir untuk mendukung para pelaku usaha di sektor ini,” tutup Iqbal. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#jiexpo #jakarta #Pelita Desa #kemayoran #UMKM #BNI #agribisnis