Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bank Indonesia Paparkan Tiga Kunci Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026, Optimisme Jadi Fondasi Utama

Siti Rohmah • Selasa, 2 Desember 2025 | 17:30 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (tiga dari kanan) bersama jajaran deputi gubernur BI di Gedung Thamrin, Rabu (19/3).
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (tiga dari kanan) bersama jajaran deputi gubernur BI di Gedung Thamrin, Rabu (19/3).

RADARTUBAN - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan tiga kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi dan berdaya tahan pada 2026.

Yakni optimisme, kerja maksimal dari seluruh pemangku kepentingan, serta sinergi kebijakan lintas sektor.

"Kita harus tetap optimis bahwa perekonomian Indonesia akan semakin baik dan mampu menghadapi berbagai tantangan global," ujar Perry saat membuka kegiatan Bank Indonesia Bersama Masyarakat (BIRAMA) 2025 di Jakarta, Senin.

Dia menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang stabil serta terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Perry juga memastikan bahwa BI akan berkomitmen penuh merumuskan kebijakan yang pro-pertumbuhan tanpa mengabaikan stabilitas.

Lebih lanjut, Perry menjelaskan bahwa sinergi dengan seluruh pihak, termasuk pemerintah melalui kebijakan fiskal, menjadi faktor penting dalam memperkuat transformasi ekonomi nasional.

Adapun arah bauran kebijakan BI pada 2026 meliputi:

1. Kebijakan moneter: untuk menjaga inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.

2. Kebijakan makroprudensial: guna meningkatkan intermediasi perbankan dalam mendukung sektor prioritas nasional.

3. Kebijakan sistem pembayaran: untuk memperluas transaksi digital, termasuk penggunaan QRIS dan BI-FAST.

4. Pendalaman pasar uang dan pasar vala: berfokus pada penguatan produk, harga, pelaku, dan infrastruktur guna memperkuat pembiayaan perekonomian.

5. Penguatan UMKM, ekonomi hijau, dan ekonomi syariah: untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

"Melalui bauran kebijakan tersebut, BI berkomitmen mendukung Asta Cita serta memastikan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya tahan," tegas Perry.

BIRAMA 2025 merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang bertujuan memperluas pemahaman masyarakat tentang kebijakan BI serta menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Edutainment & Live Podcast membahas isu terbaru perekonomian dan masa depan ekonomi Indonesia bersama generasi muda.

Dalam sesi diskusi, Deputi Gubernur BI Ricky P Gozali menekankan pentingnya peran generasi Z sebagai motor penggerak masa depan ekonomi nasional.

"Masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda. Mari bersama membangun generasi yang berdaya dan siap berkarya menuju Indonesia Emas," ujar Ricky.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#bank indonesia #jakarta #gubernur #Pertumbuhan Ekonomi #keuangan