RADARTUBAN – Harga perak mencatat lonjakan signifikan sepanjang pekan terakhir Desember 2025 dan menembus level tertinggi sepanjang sejarah.
Kenaikan ini dipicu kombinasi faktor global, mulai dari ketidakpastian geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, hingga melonjaknya permintaan industri.
Berdasarkan data perdagangan Jumat (26/12), harga perak spot (XAG) mencapai US$73,33 per troy ons, naik sekitar 9,2 persen dibandingkan posisi 19 Desember di level US$67,13.
Baca Juga: Tumbangkan Pegulat Tuan Rumah, Mutoharoh Raih Medali Perak SEA Games 2025 dan Harumkan Nama Tuban
Tren penguatan berlangsung konsisten sejak awal pekan, dari US$69,02 hingga menembus zona US$73.
Penguatan harga perak turut didorong harapan pasar terhadap kebijakan penurunan suku bunga The Fed pada 2026, menyusul melemahnya data ekonomi Amerika Serikat.
Di sisi lain, meningkatnya tensi geopolitik global membuat investor beralih ke perak sebagai aset lindung nilai.
Baca Juga: Perak Logam Iblis Naik 71% di 2025, Mengalahkan Emas, Didorong Permintaan Industri dan India
Sepanjang tahun 2025, harga perak melonjak hingga 149 persen, dipicu defisit pasokan global dan meningkatnya peran perak sebagai komoditas strategis.
Logam ini kini menjadi bahan vital dalam industri panel surya, kendaraan listrik, pusat data, hingga teknologi kecerdasan buatan (AI).
Secara teknikal, tren perak masih berada dalam jalur bullish meski mulai memasuki fase konsolidasi.
Analis menilai volatilitas tetap tinggi menjelang akhir tahun, sehingga investor disarankan lebih cermat dalam mengambil posisi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni