Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BI Catat Peredaran Uang Kartal Solo Turun Drastis Jadi Rp 1,04 Triliun di Desember 2025

Ika Nur Jannah • Minggu, 11 Januari 2026 | 08:10 WIB

 

ilustrasi mata uang rupiah
ilustrasi mata uang rupiah

RADARTUBAN - Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo mencatat peredaran uang kartal di masyarakat mengalami penurunan signifikan sebesar 26,5 persen menjadi Rp 1,04 triliun pada Desember 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan BI Solo, Pramudya Widipangestu, menyampaikan data tersebut saat dihubungi Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (9/1).

Penurunan arus keluar atau penarikan uang tunai dari BI Solo tercatat sebesar Rp 1,04 triliun, lebih rendah dari Rp 1,42 triliun pada Desember 2024.

Pramudya menjelaskan perilaku masyarakat yang lebih berhati-hati dalam berbelanja menjadi pemicu utama, di tengah dinamika ekonomi yang tidak menentu.

Selain itu, peningkatan tabungan preventif masyarakat turut mendorong peredaran uang tunai.

Bank-bank kini mampu mengolah uang secara mandiri berkat fasilitas internal yang mumpuni, sehingga mengurangi ketergantungan pada setoran atau penarikan ke BI.

Aktivitas pemerintah berskala besar di Solo juga lesu, mempengaruhi peredaran uang di masyarakat.

Setoran uang masyarakat ke BI Solo turun 17 persen menjadi Rp 757 miliar, dibandingkan Rp 913 miliar pada Desember 2024.

Kondisi ini mencerminkan pola konsumsi yang lebih hemat pasca-libur Nataru.

Secara nasional, uang primer disesuaikan tumbuh 16,8 persen secara tahunan pada Desember 2025, tapi tren regional seperti di Solo menunjukkan variasi lokal. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#uang kartal #ekonomi #uang tunai #pola belanja #bi solo