RADARTUBAN - Bitcoin tergelincir ke bawah level psikologis 90.000 dolar AS menandai tekanan baru di pasar kripto akibat volatilitas tinggi. pada Jumat (23/1) pagi.
Harga BTC terpantau di kisaran 89.509 dolar AS, turun 0,40 persen dalam 24 jam terakhir berdasarkan data CoinMarketCap.
Penurunan ini sejalan dengan aksi jual global di aset berisiko, memicu ketegangan geopolitik seperti isu Greenland yang dibicarakan Presiden AS Donald Trump.
Pasar kripto secara keseluruhan melemah, dengan Ether anjlok hingga 7 persen dan Solana turun 5,3 persen, ikut terseret volatilitas obligasi Jepang serta sentimen risiko yang meningkat.
Volatilitas tinggi membuat BTC kesulitan bertahan di atas 90.000 dollar AS, level support kunci sejak awal 2026, dengan proyeksi potensi turun ke 85.000 dollar AS jika support 87.787 jebol.
Indikator RSI di bawah 50 dan MACD bearish memperkuat momentum penurunan.
Analis khawatir pasar derivatif kripto menunjukkan peningkatan volume penjualan, meskipun faktor eksternal seperti kebijakan moneter AS lebih dominan daripada fundamental kripto.
Investor ritel cenderung menjauh pasca-flash crash akhir 2025, sementara pidato Trump di Davos berpotensi menambah keuntungan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni