RADARTUBAN – Gejolak pasar modal berujung pada keputusan besar. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Langkah itu diambil di tengah tekanan berat setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam dalam dua hari terakhir.
Di hadapan awak media, Iman menegaskan pengunduran diri tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral atas situasi yang terjadi di industri pasar modal nasional.
Baca Juga: BEI Rombak Komposisi LQ45 Februari–April 2026, Ini Arah Pergerakan Saham Unggulan
"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI Jakarta, Jumat (30/1) dilansir dari CNBC Indonesia.
IHSG Ambruk, Perdagangan Sempat Dihentikan
Pasar modal Indonesia sempat berada dalam kondisi kritis. IHSG anjlok tajam hingga memaksa BEI melakukan trading halt sebanyak dua kali dalam dua hari berturut-turut.
Langkah ekstrem yang jarang terjadi dan mencerminkan tekanan besar di lantai bursa.
Meski demikian, Iman menyebut kondisi pasar mulai menunjukkan tanda pemulihan.
"Teman-teman juga udah ngikutin dua hari terakhir bagaimana kondisi kondisi market kita dua hari terakhir ya walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik," sebutnya.
Pada perdagangan Jumat (30/1), IHSG dibuka menguat 1,06 persen ke level 8.319,15.
Tak berhenti di situ, dalam 15 menit perdagangan indeks kembali melaju naik 170,57 poin atau 2,07 persen ke level 8.402,77.
Mundur Demi Stabilitas, Bukan Lari dari Masalah
Iman berharap langkah mundur ini menjadi jalan terbaik bagi pasar modal Indonesia, bukan sekadar keputusan personal.
"Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal," ucapnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa pengunduran diri dilakukan bukan dalam situasi panik, melainkan sebagai upaya meredam gejolak dan mengembalikan kepercayaan pelaku pasar.
Plt Dirut Akan Segera Ditunjuk
Terkait kepemimpinan BEI ke depan, Iman memastikan roda organisasi tetap berjalan sesuai aturan.
Proses administrasi dan penunjukan pimpinan pengganti akan mengikuti anggaran dasar perusahaan.
"Dokumentasi, administrasi semuanya akan berlaku sesuai dengan ketentuan anggaran dasar kita. Nantinya akan ada sementara Plt yang akan ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif direktur utama yang baru," tutupnya.
Pengunduran diri Dirut BEI menjadi sinyal kuat bahwa krisis pasar modal bukan sekadar soal angka, tetapi juga soal kepercayaan dan kepemimpinan.
Di tengah pemulihan IHSG, keputusan ini akan menjadi bab penting dalam perjalanan bursa Indonesia—apakah mampu bangkit lebih kuat, atau kembali diuji oleh ketidakpastian global. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni