Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pasar Saham Malaysia Diprediksi Dilirik Investor Asing 2026, IHSG Indonesia Alami Koreksi Tajam

M Robit Bilhaq • Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:45 WIB
ilustrasi grafik naik dan turun
ilustrasi grafik naik dan turun

RADARTUBAN – Sepanjang tahun 2026, pasar saham Malaysia diprediksi mendapat aliran modal asing yang signifikan.

Kondisi ini muncul setelah MSCI Inc memberikan peringatan terkait kriteria kelayakan investasi saham di Indonesia.

Koreksi IHSG dan Kecemasan MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun tajam 7,4% dalam satu hari, tercatat sebagai koreksi harian terbesar dalam sembilan bulan terakhir.

Penurunan ini terkait catatan kritis MSCI mengenai struktur kepemilikan saham Indonesia yang terpusat pada pihak tertentu, serta isu free float yang dinilai belum memadai.

Baca Juga: Dirut Bursa Efek Indonesia Iman Rachman Mundur Usai IHSG Bergejolak, Berikut Alasannya

Risiko Pemangkasan Bobot dan Status Pasar

Jika masalah keterbukaan saham tidak segera diselesaikan, Indonesia bisa dipangkas bobotnya di MSCI Emerging Markets Index, bahkan berpotensi turun ke status pasar perbatasan (frontier market).

Hal ini dikhawatirkan memicu penjualan saham masif oleh dana yang mengikuti indeks MSCI.

Peluang Bursa Malaysia Menarik Investor

Sebaliknya, bursa saham Malaysia berpotensi menarik kembali investor asing, didukung proyeksi ekspansi ekonomi dan performa laba perusahaan.

CEO Areca Capital Sdn Bhd, Danny Wong, menyebut ekuitas Malaysia berpeluang mencatat aliran modal asing bersih pada 2026, menghentikan tren keluarnya modal yang terjadi sebelumnya.

Aktivitas Investor Asing di Malaysia

Dalam tiga minggu terakhir, investor luar negeri telah membeli bersih saham Malaysia dengan akumulasi mencapai RM1,47 miliar hingga 27 Januari 2026.

Kepala riset Malacca Securities, Loui Low, menambahkan apresiasi nilai tukar ringgit menjadi salah satu indikator kuat kembalinya minat investor global.

Kinerja Indeks FBM KLCI

Indeks utama Malaysia, FBM KLCI, tercatat naik lebih dari 4% dalam kurang dari satu bulan di awal tahun, melampaui pertumbuhan sepanjang 2025 yang hanya 2,3%.

Meski terjadi koreksi 0,83% ke posisi 1.756,49 pada penutupan perdagangan Rabu, hal ini dianggap tidak mengubah prospek positif pasar Malaysia pada 2026. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#MSCI #ihsg #pasar saham #Malaysia #investasi saham #modal asing