Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jeffrey Hendrik Ditunjuk Jadi Pjs Direktur Utama BEI, Pasca Pengunduran Diri Iman Rachman

Siti Rohmah • Minggu, 1 Februari 2026 | 09:51 WIB

 

Menkeu Purbaya jelaskan Jeffrey Hendrik resmi menjadi Pjs Dirut BEI, operasional bursa dipastikan tetap berjalan normal.
Menkeu Purbaya jelaskan Jeffrey Hendrik resmi menjadi Pjs Dirut BEI, operasional bursa dipastikan tetap berjalan normal.

RADARTUBAN - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Jeffrey Hendrik ditetapkan sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Iya, Jeffrey menjadi Pjs Dirut BEI,” ujar Purbaya saat dikonfirmasi wartawan usai menghadiri rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Danantara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan BEI di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu malam.

Purbaya menyampaikan bahwa Jeffrey bersama jajaran manajemen BEI akan mewakili institusi tersebut dalam pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/2). 

Dia menegaskan, pemerintah tidak terlibat dalam proses maupun substansi pertemuan tersebut.

“Semua diselesaikan sesuai prosedur internal mereka. Pemerintah tidak ikut campur,” kata Purbaya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan bahwa pengumuman resmi mengenai penunjukan Pjs Direktur Utama BEI akan disampaikan sebelum pembukaan perdagangan bursa pada Senin (2/2).

Jeffrey Hendrik yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI, turut hadir sebagai perwakilan BEI dalam rapat di Wisma Danantara.

Dalam konferensi pers, Jeffrey menegaskan bahwa operasional BEI tetap berjalan normal dan proses pengambilan keputusan manajemen tidak akan mengalami gangguan.

“Kami memastikan kegiatan operasional BEI berjalan sebagaimana mestinya. Komitmen kami adalah membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia, tidak hanya dari sisi nilai transaksi dan kapitalisasi pasar, tetapi juga dalam aspek transparansi dan tata kelola,” ujar Jeffrey.

Dia menambahkan, BEI akan terus memperkuat transparansi dan tata kelola pasar modal nasional, sekaligus mencermati perkembangan terbaru terkait kebutuhan indeks dari penyedia indeks global.

“Kami telah berkomunikasi dengan sejumlah Indeks Provider Global dan menampung berbagai masukan. Seluruhnya akan kami tindak lanjuti secepat mungkin demi memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi investor global maupun domestik,” katanya.

Sebelumnya, pada Jumat pagi (30/1), Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama BEI sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal Indonesia yang sempat mengalami tekanan dan penurunan tajam harga saham.

Untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas operasional bursa, OJK akan menunjuk pelaksana tugas Direktur Utama BEI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#menteri keuangan #Purbaya Yudhi Sadewa #bei #MSCI #menkeu #Danantara