RADARTUBAN - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten, atau dikenal sebagai "D-Hub SEZ", mencatat peningkatan investasi pesat meski baru ditetapkan pemerintah dua tahun lalu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024.
Hingga awal tahun 2026, kawasan di BSD, Tangerang Selatan, ini telah menyerap dana Rp 1,19 triliun dan membuka lapangan kerja untuk 836 tenaga diaktifkan.
Peran Strategis Kawasan
Badan Pengusahaan dan Pengembangan (BP) KEK ETKI Banten menargetkan investasi hingga Rp 18,8 triliun dalam 20 tahun ke depan.
Kepala BP Lindawaty menegaskan, kawasan ini dirancang sebagai ekosistem terpadu yang fokus pada sektor kesehatan, pendidikan, teknologi.
Serta industri kreatif, guna mencegah aliran modal keluar akibat 2 juta warga Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun senilai Rp 180 triliun.
Kemajuan Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Di bidang pendidikan, Monash University Australia kini hadir dengan tiga program jenjang S1, sementara Binus ASO Engineering rampungkan kampus 1 hektare operasional September 2026.
Sektor kesehatan maju dengan Chung Bi Campus and Suites hampir selesai, ditambah lebih dari 10 rumah sakit beroperasi dan rencana dokter spesialis asing berpengalaman.
Insentif Tarik Investor Global
Sebagai salah satu dari 25 KEK di Indonesia, ETKI Banten menawarkan tax holiday bebas PPh hingga 20 tahun, pembebasan PNBP modal impor, 100 persen kepemilikan asing, serta kemudahan izin dokter spesialis asing berpengalaman lebih dari 5 tahun. Paket ini jadi magnet kuat bagi pelaku usaha internasional. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama