RADARTUBAN - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi baik, hanya berada di bawah India di antara negara-negara G20.
Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,39 persen pada kuartal IV 2025 (year-on-year).
Airlangga menyatakan bahwa secara keseluruhan, perekonomian Indonesia terus menunjukkan ketangguhan. Hanya lebih rendah dibandingkan India.
Airlangga memperkirakan perbaikan akan lebih lanjut seiring dengan ketahanan pangan yang kuat. Produksi pangan berlimpah dan cadangan utama tersedia di gudang Bulog, menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.
Baca Juga: Kisah Sukses Desa Sausu Tambu, Ekonomi Pesisir Melonjak Lewat Program BRILiaN BRI
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menjaga rasio utang di bawah 40 persen dari PDB, jauh di bawah batas aman 60 persen sesuai UU Keuangan Negara.
Defisit anggaran dan akuntansi ketat di level 2 persen hingga akhir tahun.
Harga komoditas juga mengalami penurunan harga komoditas global pasca-kesepakatan gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu. Harga minyak WTI diprediksi 96,7 dollar AS per barel dan Brent 95,23 Dollar AS per barel, sementara sawit di kisaran 1.192.
Pernyataan ini menegaskan optimisme pemerintah terhadap pandangan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni