Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Andry Hakim Rugi 400 Miliar, Pasar Saham Hancur: Begini Kiat Agar Tidak Mendadak Miskin

Adinda Dwi Wahyuni • Sabtu, 18 April 2026 | 10:03 WIB
Dunia investasi tanah air sempat diguncang, Andry Hakim bagikan tips mental pembisnis.( Instagram.com/andryhakim)
Dunia investasi tanah air sempat diguncang, Andry Hakim bagikan tips mental pembisnis.( Instagram.com/andryhakim)

RADARTUBAN – Dunia investasi tanah air sempat diguncang kabar mengejutkan dari investor kenamaan, Andry Hakim.

Dalam sebuah perbincangan hangat, Andry blak-blakan mengungkap kerugian fantastis yang dialaminya akibat anjloknya pasar saham beberapa waktu lalu. Tak tanggung-tanggung, angka kerugiannya menembus Rp 400 miliar.

"Kalau tidak salah, total-total di saat hancur-hancurnya itu mencapai 400 M (miliar)," ungkap Andry mengawali ceritanya.

Meski angka tersebut merupakan drawdown atau penurunan nilai portofolio, ia mengaku telah melakukan cut loss atau menjual rugi aset senilai Rp 57 miliar untuk mengamankan sisa modalnya.

Baca Juga: BRI Alihkan BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara, Perkuat Konsolidasi Investasi Nasional

Penyebab Domino Effect di Pasar Modal

Menurut Andry, hancurnya harga saham di awal tahun bukan semata-mata karena faktor fundamental perusahaan yang buruk, melainkan adanya sentimen teknis dari indeks global.

Ia menyoroti kebijakan MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang saat itu enggan menambah emiten baru, sehingga memicu aksi jual besar-besaran, terutama pada saham-saham grup besar.

"Awalnya dari MSCI. Mereka bilang tidak mau menambah emiten baru, jadi saham yang mengincar MSCI crash duluan," jelasnya.

Hal ini diperparah dengan domino effect dari penggunaan margin (utang untuk beli saham). Ketika harga turun, investor terpaksa menjual saham lain sebagai jaminan, yang akhirnya merembet ke seluruh pasar.

Kondisi ini kian diperparah dengan situasi geopolitik global dan ancaman krisis ekonomi.

Strategi Menghadapi 'Market Crash'

Menghadapi situasi pasar yang "merah membara", Andry memberikan tips bagi para investor agar tidak kehilangan arah. Ia menekankan pentingnya strategi averaging down daripada sekadar mendiamkan aset yang terus turun nilainya.

"Kalau didiamkan saja, tunggu ke atas itu kelamaan, jadi buang waktu. Solusinya antara cut loss atau average down, beli lagi di bawah supaya harga rata-ratanya turun. Begitu harga balik sedikit saja, kita sudah bisa cuan," tuturnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa strategi ini membutuhkan mental yang kuat karena harus tetap melakukan top up dana di saat kondisi psikologis sedang down.

Pentingnya Mentalitas dan Uang Dingin

Lebih lanjut, Andry menyamakan investasi saham dengan dunia bisnis.

Baginya, kegagalan dan kerugian adalah makanan sehari-hari yang harus dihadapi dengan mentalitas pejuang. Ia sangat tidak menyarankan investor pemula untuk menggunakan seluruh modalnya atau all-in, apalagi menggunakan uang kebutuhan sehari-hari.

"Gunakan uang dingin. Memang semua orang bisa jadi investor, tapi tidak semua orang kuat mentalnya mengelola keuangan dan psikologis saat rugi," pesannya.

Ia juga mendorong generasi muda untuk tidak takut memulai sejak dini agar memiliki "jam terbang" yang cukup dalam membaca peluang dan risiko di masa depan.

Saat ini, Andry mengaku kondisinya sudah mulai membaik seiring dengan mulai rebound-nya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia optimis pasar akan kembali pulih dan mencetak rekor baru di masa mendatang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#andry hakim #investasi #pasar modal #pasar saham