Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Peringkat Kredit Indonesia Tetap BBB, tapi S&P Soroti Risiko Bunga Utang

Ika Nur Jannah • Minggu, 19 April 2026 | 14:57 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram/menkeuri)
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram/menkeuri)

RADARTUBAN - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kabar positif dari pertemuannya dengan S&P Global Ratings di Washington DC. 

Lembaga pemeringkat internasional itu memastikan peringkat kredit Indonesia tetap pada level BBB dengan prospek stabil, meski menyuarakan kekhawatiran atas rasio bunga utang yang tinggi.

Purbaya menyatakan, S&P menyoroti beban bunga utang dibandingkan pendapatan negara sebagai potensi risiko. 

Namun, mereka mengapresiasi konsistensi pemerintah menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen dari PDB, ditambah pertumbuhan pajak yang mencapai 30 persen pada dua bulan pertama 2026.

Baca Juga: Kabar Terbaru Insentif Kendaraan Listrik! Menkeu Purbaya Matangkan Skema Baru Bersama Menperin

Fiskal Membaik, Pertumbuhan Ekonomi Didukung

Dalam pertemuan Selasa (14/4/2026), S&P menggali kondisi fiskal Indonesia secara mendalam, termasuk defisit dua tahun terakhir. 

Purbaya menekankan, pertumbuhan ekonomi triwulan IV/2025 yang membaik menjadi salah satu alasan utama konfirmasi peringkat stabil.

Klaim pemerintah telah merombak sektor perpajakan untuk meningkatkan penerimaan. Langkah ini merespons positif S&P, sejalan dengan target keseimbangan fiskal di tengah global. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#menteri keuangan #Purbaya Yudhi Sadewa #prospek kerja #utama