RADARTUBAN – Penjualan mobil listrik maupun hybrid di Tuban menunjukkan tren peningkatan.
Namun, dari dua jenis mobil ramah lingkungan tersebut, masyarakat di Kota Siwalan lebih condong ke mobil hybrid.
Sales Counter Honda Mitra Tuban Elsa Pratiwi mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir ini kendaraan listrik menjadi opsi menarik di tengah mahalnya BBM non subsidi.
Secara biaya, pengisian daya baterai jauh lebih ekonomis dan efisien dibandingkan pengisian tangki BBM.
Baca Juga: Kabar Terbaru Insentif Kendaraan Listrik! Menkeu Purbaya Matangkan Skema Baru Bersama Menperin
Hanya saja, terang dia, tantangan utama di wilayah Tuban adalah ketersediaan tempat pengisian daya. Itulah yang menjadi alasan kenapa penjualan mobil listrik atau electric vehicle belum semasif hybrid. Sebab, stasiun pengisian daya di Tuban belum merata.
‘’Orang Tuban kebanyakan masih takut ambil mobil listrik karena tempat pengisian listrik umum di Tuban hanya tersedia di PLN," ungkap Elsa kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (22/4).
Kondisi tersebut mengharuskan pemilik mobil listrik untuk melakukan investasi tambahan di hunian pribadi. Pemilik otomatis harus memiliki wall charger di rumah, yang biasanya diikuti dengan penambahan daya listrik ke PLN.
Elsa menambahkan, fenomena ini berbeda dengan di kota-kota besar, di mana Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sudah tersebar di berbagai titik strategis. Sehingga, peningkatan peminat mobil listrik sudah mulai terlihat signifikan.
Meski begitu, antusiasme untuk mencari informasi tetap tinggi. Banyak konsumen mulai bertanya mengenai spesifikasi hingga membandingkan keunggulan antara mobil listrik dan konvensional.
"Karena pilihannya masih terbatas, mereka cenderung mempertimbangkan dulu," imbuhnya.
Karena masih terdapat pertimbangan terhadap ekosistem mobil listrik, masyarakat Tuban lebih menjatuhkan pilihan pada mobil hybrid sebagai solusi transisi.
Teknologi yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik ini dinilai lebih adaptif dengan kondisi saat ini.
Perempuan berhijab itu menunjukkan, terdapat tren positif pada penjualan pada segmen kendaraan ini.
Sejak akhir tahun lalu, kenaikan penjualan mobil hybrid tercatat rata-rata 20 persen.
Baca Juga: Rekor SPK GIIAS 2025: Toyota Unggul Tipis dari Mitsubishi, Mobil Hybrid dan EV Jadi Primadona
Kenaikan ini membuktikan bahwa konsumen menginginkan teknologi canggih dan ramah lingkungan tanpa harus khawatir dengan ketersediaan tempat pengisian daya di jalan.
Elsa memprediksi, jika infrastruktur pengisian daya semakin masif tersedia di Tuban, minat terhadap mobil listrik murni akan mengikuti.
‘’Untuk saat ini, efisiensi bahan bakar tetap menjadi pertimbangan dalam memilih kendaraan baru di tengah kenaikan harga BBM,” tandasnya (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama