RADARTUBAN – Tekanan besar kembali menghantam pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun hingga menyentuh level 6.462,91 pada perdagangan Selasa (19/5) pukul 11.11 WIB, di tengah gelombang aksi jual yang meluas hampir di seluruh sektor.
Data perdagangan dikutip dari CNBC Indonesia menunjukkan suasana pasar benar-benar diliputi kepanikan.
Sebanyak 454 saham tercatat melemah, hanya 212 saham menguat, sementara 293 lainnya stagnan.
Nilai transaksi mencapai Rp 10,61 triliun dengan volume perdagangan 17,34 miliar saham dari 1,26 juta kali transaksi.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi Usai Pengumuman MSCI, OJK Sebut Reaksi Pasar Masih Dalam Batas Wajar
Di saat tekanan pasar semakin dalam, perhatian pelaku bursa mendadak tertuju ke Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, terlihat hadir langsung di BEI bersama Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, CEO Danantara Rosan Roeslani, dan COO Danantara Dony Oskaria.
Kedatangan para pejabat penting tersebut turut didampingi Direktur Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna.
Kapitalisasi Pasar Terkikis Menjadi Rp 11.261 Triliun
Tekanan jual yang terus membesar membuat kapitalisasi pasar ikut tergerus menjadi Rp 11.261 triliun.
Situasi ini memperlihatkan bahwa sentimen negatif masih mendominasi pergerakan investor, terutama investor ritel yang cenderung memilih keluar dari pasar untuk mengamankan dana.
Pelaku pasar menilai penurunan IHSG kali ini bukan sekadar koreksi teknikal biasa. Ada kekhawatiran mengenai stabilitas sentimen domestik dan arah kebijakan ekonomi ke depan yang mulai memicu kehati-hatian ekstrem.
Kondisi tersebut diperparah dengan derasnya tekanan di saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama indeks.
Kehadiran Pejabat Negara Jadi Sorotan
Munculnya Dasco bersama pimpinan OJK dan Danantara di tengah pasar yang bergejolak langsung memunculkan berbagai spekulasi di kalangan investor.
Banyak pelaku pasar menilai kunjungan tersebut sebagai sinyal bahwa pemerintah dan otoritas keuangan tengah memantau kondisi pasar secara serius.
Meski belum ada pernyataan resmi terkait agenda utama kunjungan itu, momentum kedatangan para petinggi negara saat IHSG tertekan tajam dinilai memiliki makna psikologis kuat bagi pasar.
Di tengah layar perdagangan yang dipenuhi warna merah, kehadiran para pejabat tinggi itu seolah menjadi simbol bahwa gejolak pasar saat ini bukan persoalan kecil.
Investor kini menanti langkah konkret dan sinyal kebijakan yang mampu mengembalikan kepercayaan pasar dalam waktu dekat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni