Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Janji Indonesia Tak Menuju Krisis

Siti Rohmah • Minggu, 7 Juni 2026 | 07:55 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

RADARTUBAN - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak mengarah pada krisis ekonomi, keuangan, dan moneter seperti yang terjadi pada periode 1997-1998.

Menurut Purbaya, fundamental fiskal dan perekonomian nasional masih berada dalam kondisi yang baik meskipun terdapat tekanan sentimen negatif yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

“Kita tidak sedang menuju keadaan seperti 1997-1998 lagi. Fiskal kita baik, ekonominya bagus, hanya ada sentimen negatif di sana-sini yang sedikit mengganggu nilai tukar,” ujar Purbaya saat kunjungan kerja ke Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Akan Roadshow ke China dan Inggris Promosikan Surat Utang RI

Dia mengatakan tekanan terhadap rupiah masih dapat diatasi melalui penguatan koordinasi antara pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, dengan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6). Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran sebagian kalangan mengenai potensi terulangnya krisis ekonomi seperti akhir 1990-an.

Namun demikian, Purbaya memastikan pemerintah terus memperkuat sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung penguatan rupiah.

Dia menjelaskan koordinasi tersebut dilakukan melalui peningkatan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik agar mampu mendorong kembali aliran modal asing masuk ke Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui pengelolaan kas negara yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia, disertai peningkatan remunerasi dari BI kepada pemerintah.

Menurut Purbaya, langkah sinkronisasi kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi pelaku usaha yang masih bergantung pada bahan baku impor.

“Kita akan pastikan itu terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” katanya.

Menkeu juga menegaskan kondisi fiskal Indonesia saat ini tetap solid dan didukung oleh kepemimpinan pemerintah yang dinilai mampu menjaga arah pembangunan nasional.

“Yang bisa saya katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonominya bagus, dan kepemimpinan Bapak Presiden masih cukup kuat untuk memastikan semuanya berjalan sesuai strategi pembangunan,” ujar Purbaya.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#menteri keuangan #Purbaya Yudhi Sadewa #menkeu