RADARTUBAN - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah belum berencana mengubah asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
meskipun nilai tukar rupiah saat ini berada di sekitar Rp 18 ribu per Dolar AS.
Pemerintah tetap optimis rupiah akan menguat ke level Rp 17.500 per dolar AS pada tahun mendatang. Dalam APBN 2027, nilai tukar ubah berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS.
"Kalau sekarang terlalu cepat untuk mengubah asumsi rupiah-dollar. Ini masih gejolak awal, kita belum mengetahui di mana titik stabilnya," ungkap Purbaya setelah pertemuan dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas di kantor Bappenas, Jakarta.
Baca Juga: Rupiah Nyaris Rp 17.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Optimistis Nilai Tukar Segera Menguat
Purbaya memberikan sinyal bahwa asumsi makro yang disampaikan dalam pidato AMK-KF masih bersifat sementara. Ia menegaskan bahwa pemerintah belum akan mengubah asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2027.
Meski rupiah mencapai angka Rp 18 ribu per dolar AS, Purbaya menyebut hal ini bukan berarti APBN harus dikoreksi.
"Saya pikir ruang untuk penguatan terbuka lebar. Selama kita berdua dengan menteri PPN/kepala Bappenas. Beliau merancang, saya mencoba membiayai pembangunannya, dan bapak presiden memberikan arah yang pas, ruang untuk tumbuh lebih cepat terbuka lebar," tambahnya
Hingga saat ini, secara year to date rata-rata nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.057, sementara asumsi APBN saat ini adalah Rp 16.500.
Pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dan rumor yang berkembang di pasar, bukan karena memburuknya fundamental ekonomi maupun kondisi fiskal APBN. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni