RADARTUBAN– Keterbatasan ekonomi dan latar belakang keluarga yang tak utuh tidak menjadi penghalang bagi Baik Komarullah Supriatna (18), yang akrab disapa Arul atau Babay.
Pemuda asal Tigaraksa, Kabupaten Tangerang ini berhasil membuktikan bahwa usia muda dan keterbatasan bukan alasan untuk tidak bisa mandiri secara finansial.
Di usianya yang baru menginjak 18 tahun dan masih berstatus sebagai pelajar SMA, Arul telah berhasil mendirikan serta mengelola usaha "Es Teh Manis Solo BA13" yang kini sudah memiliki 6 cabang outlet.
Lewat bisnis yang dijalankannya itu, ia bisa menghasilkan nilai penjualan sampai puluhan juta rupiah tiap bulannya dan berhasil mengumpulkan uang simpanan sebesar 100 juta rupiah pertamanya saat masih berumur 17 tahun.
Perjalanan hidup Arul jauh dari kata mudah. Sejak kelas 2 SD, Arul sudah tidak lagi mendapatkan nafkah dari sang ayah setelah kedua orang tuanya berpisah. Sang ibu berjuang sendirian menghidupi keluarga dengan berjualan di sekolah.
Kondisi tersebut justru menjadi motivasi terbesar bagi Arul untuk menaikkan derajat keluarganya. Ia memulai perjuangan kewirausahaannya sejak kelas 4 SD dengan mengumpulkan botol-botol bekas di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Dari hasil penjualan botol bekas tersebut, Arul mengumpulkan modal awal sebesar Rp 50.000 untuk membeli makanan ringan, permen, dan susu yang ia jual keliling dari kelas ke kelas.
Seiring berjalannya waktu, Arul terus memutar otaknya untuk berbisnis. Saat duduk di bangku SMP, dirinya sempat berjualan jajanan pangsit chili oil beserta minuman es pinky boy di tepi jalan besar.
Bukan cuma itu, ia pun terlihat rajin memanfaatkan bermacam-macam kesempatan bisnis yang jujur lainnya, seperti berjualan melalui media online, menjadi wedding organizer, menjadi konten kreator dan affiliate di TikTok.
Hasil dari seluruh usahanya itu ia tabung secara disiplin (compounding). Di saat teman-teman sebayanya menghabiskan uang untuk bermain atau membeli barang-barang konsumtif, Arul memilih untuk menahan gengsi dan menyisihkan pendapatannya demi masa depan dan membantu beban ekonomi ibunya.
Ia bahkan pernah merasakan pahitnya perjuangan saat dicibir kawan, dipandang sebelah mata oleh orang dewasa karena usianya yang masih muda, hingga dikeroyok saat berjuang mencari tempat (lapak) untuk berjualan.
Pada November 2024, Arul mengeksekusi bisnis "Es Teh Manis Solo BA13" dengan modal awal sekitar Rp2 juta hasil dari tabungannya.
"Kunci sukses versi saya adalah berani memulai, konsisten, dan disiplin. Mau sebagus apa pun sistem yang dibuat, kalau tidak disiplin dan konsisten itu tidak bertahan lama," tutur Arul.
Hasil dari kedisiplinan dan kerja kerasnya kini berbuah manis. Selain tidak pernah lagi meminta uang saku dari orang tuanya, Arul sekarang sudah bisa membeli motor sendiri untuk mempermudah perjalanannya, setelah melewati masa-masa sekolah di mana ia harus selalu menumpang pada temannya.
"Jangan terlalu banyak mikir, berani dulu aja memulai. Kalau mau mulai bisnis, mulailah sekarang, jangan tunggu motivasi. Karena motivasi tanpa aksi hanyalah halusinasi," pesan Arul menutupi kisah perjuangannya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni