RADARTUBAN - PT Dua Kelinci, salah satu produsen makanan ringan terkemuka asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mencatatkan perjalanan transformasi bisnis yang sangat signifikan dalam sejarah industri pengolahan pangan nasional.
Berawal dari usaha keluarga berskala kecil pada dekade 1970-an, perusahaan ini berhasil membuktikan kemampuannya untuk berevolusi menjadi raksasa industri modern berstandar internasional yang sanggup menjangkau pasar ekspor di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Amerika Serikat, hingga Australia.
Perjalanan sejarah bisnis perusahaan bermula sebelum tahun 1972 di Pati. Pada masa awal tersebut, pendirinya, Ho Siak dan Lau Bi Giok, mengawali langkah dagangnya secara sederhana dengan membeli kacang tanah mentah langsung dari para petani lokal.
Produk tersebut kemudian disortir dan dikemas ulang secara manual menggunakan peralatan seadanya untuk dipasarkan ke warung-warung kelontong sekitar.
Guna memperkuat posisi tawar dan identitas dagang di pasar tradisional, mereka mulai meluncurkan merek Sari Gurih pada tahun 1972 dengan menyematkan gambar visual dua ekor kelinci pada bungkus kemasannya.
Baca Juga: Kepala Rutan Salemba Bantah Klaim Ammar Zoni: Narkoba Tak Mudah Didapat seperti Kacang Goreng
Seiring berjalannya waktu, fenomena ingatan visual konsumen ternyata jauh lebih kuat mengenali gambar dua ekor kelinci dibandingkan nama mereknya.
Merespons kebiasaan alami pembeli tersebut, manajemen secara berani merombak nama merek menjadi Dua Kelinci pada tahun 1982.
Langkah formalisasi bisnis kemudian ditegaskan melalui pendirian resmi badan hukum perseroan terbatas PT Dua Kelinci pada 15 Juli 1985 di bawah kepemimpinan generasi penerus, yaitu Hadi Sutiono dan Ali Arifin.
Momen ini menjadi titik balik penting masuknya teknologi manufaktur modern, mekanisasi pabrik, serta integrasi pemrosesan produk secara menyeluruh.
Untuk memperkuat daya saing dan benteng pertahanan di pasar FMCG (Fast-Moving Consumer Goods), perusahaan terus melancarkan diversifikasi produk ke kategori kacang bersalut tepung, koro, wafer, hingga minuman kemasan.
Langkah ini diimbangi dengan penerapan sertifikasi mutu internasional secara ketat di fasilitas pabrik Pati, meliputi ISO 9001, ISO 22000, FSSC 22000, serta pengujian laboratorium mikrobiologi mandiri. Keandalan rantai pasok dan standar kualitas yang teruji tersebut memberi fondasi kokoh bagi manajemen untuk melancarkan strategi pemasaran bertaraf global.
Momen yang paling mencuri perhatian publik terjadi ketika perusahaan mengamankan kerja sama strategis dengan salah satu raksasa sepak bola dunia asal Spanyol, Real Madrid.
Kerjasama regional tersebut pertama kali diumumkan pada awal 2011 dan berlanjut hingga periode jilid kedua sampai akhir tahun 2024.
Selain itu, perusahaan juga dinamis merangkul generasi muda melalui sponsor tim esports serta penetrasi pasar digital.
"Target pertumbuhan penjualan dibidik pada angka 15 hingga 20 persen di tahun 2026 ini," ungkap Marketing Deputy Director PT Dua Kelinci, Immanuel Din.
Baca Juga: Resep Bumbu Kacang Sate Sapi yang Gurih dan Kaya Rasa, Cocok untuk Sajian Idul Adha dan Keluarga
Keberadaan kompleks pabrik berskala besar di daerah Pati ini juga memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) yang sangat nyata bagi masyarakat sekitar.
Dengan menyerap lebih dari 4.000 orang tenaga kerja lokal serta menjamin kepastian pasokan hasil panen dari para petani kacang tanah binaan, PT Dua Kelinci terus mengukuhkan posisinya sebagai pilar penggerak ekonomi daerah yang siap memperluas penetrasi pasar konvensional maupun digital secara berkelanjutan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni