Kisah Sukses Nurul Isani: Merintis Keripik Pisang Sainana Hingga Berdayakan Puluhan Warga

Rosiana Dwi Ramadhani • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 17:36 WIB
Nurul Isani yang sukses membangun bisnisnya dan memperkejakan banyak karyawan lokal. (Tangkapan layar Youtube)
Nurul Isani yang sukses membangun bisnisnya dan memperkejakan banyak karyawan lokal. (Tangkapan layar Youtube)

RADARTUBAN - Keterbatasan modal dan kondisi pandemi tidak menghalangi niat Nurul Isani, 24, seorang pemudi asal Cianjur, Jawa Barat, untuk merintis bisnis hingga sukses.

Berawal dari niat membantu sang ayah yang berprofesi sebagai petani pisang, Nurul berhasil membangun usaha olahan keripik pisang dan singkong berlabel Sainana hingga beromzet ratusan ribu produk per bulan.

Dikutip dari kanal YouTube Naik Kelas, bisnis tersebut ia rintis pada Desember 2020 lalu. Saat itu, perkuliahan dialihkan secara daring akibat pandemi Covid-19, sehingga Nurul harus pulang ke kampung halamannya di Cianjur.

Di sana, ia melihat hasil panen pisang milik ayahnya sering kali tidak terserap pasar hingga membusuk karena stok melimpah.

Melihat potensi yang terbuang sia-sia, mahasiswi yang juga memiliki kepedulian sosial tinggi ini tergerak untuk mengolah pisang tersebut menjadi camilan bernilai jual.

Baca Juga: Bisnis Tetap Jalan Walau Ditinggal! Ini 4 Langkah Mudah Bikin Sistem Usaha Otomatis

Bermodalkan uang Rp 300 ribu, Nurul membeli bumbu eceran dan kemasan sederhana, sementara bahan baku pisang sebanyak 5 kilogram ia dapatkan dari kebun sang ayah.

Pada masa-masa awal, Nurul mengerjakan seluruh proses produksi seorang diri di sela-sela jadwal kuliah daringnya. Usahanya sempat dipandang sebelah mata oleh warga sekitar karena dikira menganggur setelah pulang dari Jakarta. Namun, konsistensi dan pemanfaatan pemasaran digital secara masif perlahan membuahkan hasil.

Kini, brand Sainana berkembang pesat dan mampu membukukan penjualan hingga 170 ribu pieces per bulan, dengan pengiriman harian mencapai 5.000 hingga 10.000 pieces.

Produknya telah merambah berbagai saluran distribusi, mulai dari penjualan daring di marketplace, jaringan agen reseller, hingga menembus ratusan gerai ritel modern di wilayah Cianjur.

Keberhasilan bisnis ini tak hanya mengubah taraf hidup keluarga Nurul tetapi juga berdampak sosial bagi lingkungan sekitarnya. Saat ini, Sainana memberdayakan sekitar 40 hingga 50 warga lokal sebagai karyawan dan sedang dalam proses pembangunan pabrik produksi yang lebih luas.

Melalui kegigihannya, Nurul membuktikan bahwa keberanian mengambil peluang dan semangat untuk terus belajar mampu mengubah modal kecil menjadi lapangan kerja yang bermanfaat bagi banyak orang.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
keripik pisang sainana bisnis cianjur