Awas, Kecanduan Gawai pada Anak Berisiko Depresi Hingga Narsistik

Dwi Setiyawan • Dipublikasikan Minggu, 24 September 2023 | 14:19 WIB
Ilustrasi. Anak Bermain Game Susun Balok
Ilustrasi. Anak Bermain Game Susun Balok

RADARTUBAN-Anak yang terlalu sering atau kecanduan menggunakan gawai berisiko mengalami gangguan mental. 

“Anak yang terlalu sering terpaku dengan gawai menurut penelitian berpotensi menyebabkan kecemasan, depresi tingkat awal, perasaan tidak berdaya, hingga gangguan mental narsistik,” kata Irma Gustiana Andriani, psikolog anak dan keluarga dari Lembaga Psikolog Terapan Universitas Indonesia (LPT UI), sebagaimana dikutip dari ANTARA. 

Dia mengatakan, risiko gangguan mental tersebut dapat muncul apabila si kecil terus-menerus bermain dengan gawai tanpa diimbangi aktivitas fisik. 

Kondisi tersebut bisa lebih parah jika anak kurang bermain interaktif secara langsung.

Menurut Irma, aktivitas pasif yang menghubungkan anak dengan peralatan berteknologi canggih dapat menyebabkan anak kurang terlibat dengan dunia luar. 

Bahkan, dalam kondisi tertentu berisiko kesulitan mengekspresikan perasaannya.

Dia mengakui, anak generasi Z dan Alpha memang hidup di era kemajuan teknologi yang canggih. 

Namun demikian, orang tua tidak bisa semerta-merta memisahkan mereka dari itu.

Irma menjelaskan, teknologi sebetulnya memiliki banyak kebaikan dan manfaat bagi semua umat, termasuk anak-anak. 

Namun, penggunaan yang salah dan kurangnya pengawasan orang tua bisa berakibat kurang baik bagi anak. 

Profesor psikologi Amerika, Peter Gray dari Boston College menyebut sesi bermain anak pada tahun awal dan selama sekolah dasar hingga menengah, memiliki dampak yang besar bagi tumbuh kembangnya.

Khususnya dampak ponsel pintar dan media sosial. 

Peter Gray menyampaikan, sejumlah cara bisa dilakukan orang tua untuk meminimalisir tersebut. 

Di antaranya, mengenalkan anak terkait pentingnya alam hingga mengembangkan rasa perwujudan dan mendorong kemandirian melalui pola pikir berkembang.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
Kecanduan Gawai pada Anak Berisiko Depresi resiko bermain gawai anak - anak