RADARTUBAN – Kasus pelecehan yang menimpah siswi SMP di Lampung mengundang simpati Uya Kuya.
Melalui kanal YouTube Uya Kuya TV, dia membagikan video durasi 30 menit yang berisi tanya jawab kepada korban bersama ibunya.
Video tersebut diunggah satu hari sebelum artikel itu ditulis.
Dalam video tersebut, Uya Kuya menanyakan kronologi kejadian rudapaksa pada korban. Korban terus-menerus menangis di sela-sela ceritanya.
Tak hanya korban, semua yang ada dalam podcast tersebut turut menangis, termasuk Uya Kuya.
Video tersebut telah ditonton sebanyak 4,5 juta kali dengan total 9 ribu suka dan 3 ribu komentar.
Komentar dipenuhi dengan rasa simpati dan harapan masyarakat agar Uya Kuya membantu korban untuk mendapat keadilan.
“Tolong bantu anak ini Mas Uya, cuma orang berpengaruh yg bisa menolong anak ini. Kasian sekali korban,” ketiknya dipenuhi emotikon menangis.
Podcast tersebut sampai ke X melalui unggahan @tremzle. Dia memberikan potongan podcast dan meminta tanggapan warga X mengenai kronologi rudapaksa tersebut.
Alih-alih memberi tanggapan soal kronologi, warga X justru memenuhi kolom komentar dengan hujatan ke Uya Kuya selaku host dari podcast tersebut.
Warga X menganggap Uya Kuya seharusnya tidak menanyai korban mengenai kasus rudapkasa yang dialami lantaran korban masih merasakan trauma yang besar.
“Kok bisa enteng nanyain kronologi ya? U tau gak kalo korban KS (kekerasan seksual) bahkan di persidangan pun sulit jelasin kronologi karena emang sesakit itu ditanya2 perkara beginian. Tolol yg buat podcast,” ketik @temanskripsiku.
@nottodayyy___ juga turut menyampaikan keheranannya pada Uya Kuya. Dia mengaku tak kuasa mendengar hingga akhir.
“Gw gk sanggup dengerin ampe akhir. RIP empati yg punya podcast. Korban udh pasti trauma malah diundang buat cerita. Gk ngerti lg sm public figure Konoha,” ketiknya. (aan)