RADARTUBAN-Yok Koeswoyo, salah satu pentolan grup musik legendaris asal Tuban Koes Plus tidak pernah melupakan kampung kelahirannya, Tuban.
Setiap kali berkunjung ke Tuban, Yok Koeswoyo selalu bernostalgia menyanyikan lagu-lagu Koes Plus bersama penggemar dan Koes Plus Community (KPC).
Salah satunya pada 28 Agustus 2012. Di gedung Budaya Loka Tuban, Yok Koeswoyo menyanyikan lagu-lagu Koes Plus bersama KPC se-wilayah Bojonegoro, Lamongan, Babat, Tuban, Cepu, dan Blora.
Selain bernostalgia menyanyikan lagu-lagunya, Yok Koeswoyo menyempatkan menelusuri petilasan rumah yang dihuni keluarganya.
Wartawan media ini mengikuti penelusuran tersebut.
Tanah yang ditempati rumah keluarga Koeswoyo lokasinya di timur laut gedung Budaya Loka Tuban. Persisnya di Jalan WR Supratman.
Lahan tersebut berlokasi di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban.
Di petilasan rumah keluarga yang melahirkan musisi legendaris tersebut sekarang ini berdiri sebuah tempat usaha.
Lahan tersebut sekarang ini dimiliki Go Tjong Eng alias Teguh Setiawan.
Dia tak lain kakak kandung politikus anggota DPRD Provinsi Jatim, Go Tjong Ping alias Teguh Prabowo Gunawan.
Upaya menelusuri jejak rumah keluarga Koeswoyo sebenarnya sudah dilakukan
Yon Koeswoyo pada September 2006.
Wartawan media ini jugas mengikuti napak tilas adik Yok Koeswoyo tersebut.
Bersama istrinya, Bonita Analia dan putra bungsunya, Yon berjalan menyusuri sejumlah gang di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban.
Napak tilas tersebut dilakukan usai manggung di Tuban.
Selama penelusuran, Yon sengaja membawa kamera handycame untuk mengabadikan kampung yang dulu ditempatinya bersama keluarga.
Tujuannya, tentu agar dia dan generasinya kelak punya dokumen kampung kelahiran keluarga Koeswoyo.
Namun, bekas bangunan rumahnya tak ditemukan.
Dia memerkirakan, bekas lahan yang ditempati rumahnya tertutup bangunan.
Rumah tempat dia dilahirkan tersebut, menurut musisi kelahiran 27 September 1940 ini, telah dijual saat keluarganya hijrah ke Jakarta pada 1952.
Persisnya, saat Yon masih duduk di bangku SMP.
Kepindahan keluarga Koeswoyo ke ibu kota tersebut terkait mutasi tugas ayah Yon, bernama R. Koeswoyo yang mendapat tugas baru di kantor Kementerian Dalam Negeri.
Sebelum mutasi ke Jakarta, Koeswoyo adalah pegawai pamong praja (aparat pemerintah) dan kepanduan Tuban.
Dari hasil perkawinan Koeswoyo dengan RA. Atmini, keluarga berdarah biru ini memiliki lima putra dan tiga putri.
Dari delapan anak Koeswoyo tersebut, hanya empat yang terjun ke dunia musik.
Mereka antara lain Tonny (anak ke tiga), Nomo (anak ke empat), Yon (anak ke lima), dan Yok (anak ke enam).
Yon Koeswoyo, semasa itu, menuturkan, dia bersama saudara-saudaranya mulai mendirikan grup musik sekitar 1960.
Persisnya, saat dia baru duduk di bangku SMA.
Setelah pasang-surut, akhirnya grup musik Koes Plus mengalami kejayaan pada 1971 hingga 1976.
Selain tiga bersaudara tersebut, ikut bergabung Murry yang menempati posisi penabuh drum menggantikan Nomo Koeswoyo kakaknya nomor empat yang keluar dari grup Koes Plus.
Meski telah meninggalkan Tuban kurang lebih 72 tahun, musisi Koes Plus tak pernah menghapus Tuban sebagai kampung kelahirannya.
Dalam otobiografi berjudul Panggung Kehidupan Yon Koeswoyo yang diterbitkan Chandra Selaras, Yon menuliskan bahwa di Tuban semua kenangan masa kecilnya terukir.
Seperti bersekolah tanpa alas kaki dan kehidupan damai bersama saudara-saudaranya. (*)
Editor : Dwi Setiyawan