RADARTUBAN-Dari tiga grup band pelestari lagu-lagu Koes Plus di Tuban, Matoh Band memiliki ikatan emosional paling kuat dengan personel band pujaannya.
Kuatnya ikatan emosional tersebut karena nama Matoh Band adalah pemberian Yok Koeswoyo, salah satu personel Koes Plus.
‘’Yang memberi nama Matoh Band langsung Mas Yok,’’ kata Joko Wahyuono, pecinta lagu-lagu Koes Plus sekaligus gitaris Matoh Band.
Joko mengatakan, matoh yang berarti baik atau bagus adalah jargon masyarakat Tuban yang sekarang ini mulai jarang diucapkan, bahkan terdengar.
Jargon ini justru lebih populer di kabupaten tetangga, Bojonegoro setelah salah satu tokoh politik di kabupaten setempat mengklaim kata matoh.
Joko mengungkapkan, pemberian nama matoh bermula ketika personel grup band-nya menjadi pengiring Yok Koeswoyo ketika manggung di Tuban pada 2012.
Setelah manggung, Yok mengusulkan nama matoh bagi grup band-nya.
Dia menyampaikan, bisa jadi Yok Koeswoyo memberi nama tersebut agar kata tersebut tidak menghilangkan dari Tuban yang merupakan kampung kelahiran personel Koes Plus.
Matoh Band adalah satu dari tiga grup band pelestari lagu-lagu Koes Plus di Tuban.
Dua band lainnya, KS Plus dan Koesmania.
Setiap manggung, tiga grup band tersebut selalu menyanyikan lagu-lagu Koes Plus.
Penampilan mereka juga semirip mungkin dengan aslinya.
Tujuannya membangkitkan semangat melestarikan grup band legendaris tersebut.
Musisi pemilik label Keluarga Widaswara itu menuturkan, band-nya menelurkan singel perdana bergenre rock n roll ala Koes Plus.
Lokasi syutingnya, di tepi jalan lingkar selatan (JLS) Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban.
‘’Inspirasi utama membuat lagi ini tetap mengacu Koes Plus, dengan lirik lagu dibuat simpel dan mudah diingat,’’ ucapnya. (*)
Editor : Dwi Setiyawan