RADARTUBAN -Event pengajian Bahagianya Merayakan Cinta di Solo ramai diperdebatkan karena konsep yang berbeda dengan event pengajian pada umumnya.
Event pengajian Bahagianya Merayakan Cinta diadakan di Hall De Tjolomadoe, Solo pada Minggu (21/7).
Pada Event pengajian Bahagianya Merayakan Cinta tidak ada pembatas antara jemaah laki-laki dan perempuan.
Selama kajian berlangsung, jemaah laki-laki dan perempuan duduk bersebelahan, bahkan bebas saling rangkul atau berpegangan tangan. Namun, kajian ini dikhususkan untuk suami-istri.
Dilansir dari saforiginal.id, pengajian Bahagianya Merayakan Cinta digelar karena maraknya kasus perceraian, pertengkaran, dan kekerasan dalam suatu rumah tangga.
Sesuai dengan deskripsi event atau acara pada website resmi saforiginal.id, sudah dapat dipastikan bahwa pengajian ini dikhususkan untuk suami-istri.
Dijelaskan pemilik akun TikTok @rhoshandha bahwa pengajian tersebut untuk suami-istri yang ingin menyamakan frekuensinya dengan pasangan.
Pengisi materi pengajian Bahagianya Merayakan Cinta adalah Ust. Hammad Rosadi LC, Ust. Yosi, dan Ust. Salim A. Fillah.
“Mengingatkan kita bahwa perlu menerima pasangan yang nggak sempurna karena memang diciptakan gak sempurna,” ketik video pada akun TikTok @rhoshandha yang di-upload Senin (22/7).
Salah satu akun platform X @AYB_id pada Rabu (24/7) justru mengatakan bahwa jemaah event tersebut sudah kehilangan rasa malu.
“Anda yakin pasangan diantara mereka tidak saling melirik? Yakin fokus mendengarkan kajian? Mengambil istifadah dari Ustadz?” tulis akun X @AYB_id.
Ada beberapa netizen yang setuju dengan pendapat pemilik akun X @AYB_id.
Tidak sedikit yang justru menganggap pemilik akun tersebut menyebar fitnah.
“Mereka yang hadir sebagai pasangan adalah suami istri… Jangan fitnah!” komen pemilik akun @Juliet_Mike_99, karena dirasa tweet tersebut justru menjurus ke fitnah.
“Sebarkan CINTA, perlu adanya dialog seperti ini, dijaman yang suami istri bisa saling bunuh perlu seperti ini, persetan nakut-nakutin pake ayat,” tulis akun X @code_asuw yang setuju dengan kegiatan pengajian tersebut.
“Makanya dateng min liat gimana itu acara. Kalo ga cocok ya tinggal pulang, jangan asal
beropini, jangan terlalu saklek,” tulis @Torean04032672.(*)
Editor : Dwi Setiyawan