RADARTUBAN-Sejak bernama Koes Bersaudara hingga berubah menjadi Koes Plus, Tonny Koeswoyo dan adik-adiknya begitu idealis dalam bermusik.
Tonny Koeswoyo dan saudara tidak sekadar menjadikan musik sebagai entertainment.
Bagi Tonny Koeswoyo dan adik-adiknya, musik adalah sarana menyampaikan pesan moral sekaligus alat perjuangan.
Dikutip dari buku 100 Tahun Musik Indonesia karya Denny Sakrie di elibrary.unikom.ac.id, lagu-lagu perjuangan tersebut di antaranya tercipta selama personel Koes Bersaudara mendekam di Lapas Glodok, Jakarta pada 1965.
Total 12 lagu bernada perlawanan terhadap PKI dan rezim Orde Lama yang diciptakan Tonny dan saudara-saudaranya selama tiga bulan di dalam penjara.
Lagu-lagu tersebut berlabel album To the So Called the Guilties.
Perlu diketaui, personel Koes Bersaudara dijebloskan ke tahanan karena menyanyikan musik kebarat-baratan atau rock ‘n roll.
Saat itu, musik tersebut disebut ngak ngik ngok yang dekaden.
Label tersebut disematkan karena musik kebarat-baratan dinilai tidak patrolik, anti-revolusi, dan apolitis.
Dilansir dari buku yang sama, pada 1967 atau dua tahun kemudian, Koes Bersaudara baru merilis lagu-lagu perlawanan tersebut.
Lagu perlawanan dengan genre rock ‘n roll tidak hanya dalam album To the So Called the Guilties.
Diluncurkan juga penggabungan beberapa lagu, antara lain, berjudul Di Dalam Penjara (Bui), Mengapa Hari Telah Gelap, Lagu Sendiri, Three Little Words, Lonceng yang Kecil, Jadikan Aku Dombamu, Is Still Forgiveness, Rasa Hatiku, dan Kamar 15.
Berikut lirik lagu Di Dalam Bui:
Waktu ku di dalam bui
kubersedih dan bernyanyi
di malam sunyi
ibu dan ayah menanti
berdoa setiap hari
aku kembali
tutupkanlah semua pintu
matikanlah semua lampu
kamar kurungku
hatiku tetap tenang
karena ada sinar terang
dari Tuhanku
walaupun hidupku
dikurung selalu
tetapi aku
tetap milikmu
Tuhanku
Waktu ku di dalam bui
kubersedih dan bernyanyi
di malam sunyi
ibu dan ayah menanti
berdoa setiap hari
aku kembali
tutupkanlah semua pintu
matikanlah semua lampu
kamar kurungku
hatiku tetap tenang
karena ada sinar terang
dari Tuhanku
walaupun hidupku
dikurung selalu
tetapi aku
tetap milikmu
tuhanku. (*)